8 Bulan, Sudah 51 Nyawa Melayang di Jalan Raya

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Angka kecelakaan yang ditangani Satlantas Polres Probolinggo kurun waktu 8 bulan ini, cukup tinggi. Sedikitnya ada 436 insiden kecelakaan yang terjadi sejak Januari-Agustus. Selama delapan bulan, kecelakaan yang sampai meregang nyawa mencatatkan angka hingga 51 orang.

Selain korban yang meregang nyawa, satlantas mencatat ada korban yang mengalami luka berat sebanyak 2 dan luka ringan 538 orang. “Rata-rata insiden kecelakaan paling banyak terjadi di kawasan black spot,” beber Ipda I Nyoman Harayasan, Kanitlaka Satlantas Polres Probolinggo.

Jika dihitung lebih rinci, dari bulan Januari setidaknya ada 34 kejadian, dengan korban meninggal 3, dan korban luka luka ringan 49 korban. Di bulan Februari ada 42 kejadian kecelakan, 4 meninggal dan 53 Luka ringan.

Lanjut di bulan Maret ada 51 angka kecelakaan. Sebanyak 12 diantaranya korban meninggal 12 dan korban luka ringan 66. Di bulan April, ada 55 kejadian. Enam diantaranya meninggal dunia dan 67 luka ringan. Untuk bulan Mei, ada ada 65 kejadian, 8 korban diantaranya meninggal dan 81 mengalami luka ringan.

“Di bulan Juni, ada 49 kejadian dan 6 diantaranya meninggal, serta 68 korban mengalami luka ringan. Lanjut bulan Juli, ada 53 insiden kecelakaan dengan 4 diantaranya meninggal dunia dan 62 lainya mengalami luka ringan,” beber Harayasa.

Di bulan Agustus tercatat ada 17 insiden kecelakaan. “Insiden terbanyak di bulan Agustus berada di Kecamataan Kraksaan.    Kejadian kecelakaan pada bulan Agustus juga menyebabkan 8 orang meninggal dunia, dan 92 luka ringan.

Menurut Harayasa, maraknya kecelakan yang terjadi pada bulan Agustus, disebabkan oleh ramainya pengendara yang dipicu oleh momentum Agustusan.  Selain itu, kondisi jalan yang sedang mengalami perbaikan dan penggarapan jalan beton juga berpengaruh.

Pihaknya mengimbau agar para pengendara senantiasa mematuhi rambu-rambu lalulintas. Selain itu menjaga emosi dalam berkendara juga sangat penting. “Jadi haruus selalu mengindahkan rambu–rambu jalan yang dipasang, sehingga lebih menambah kewaspadaan,” ujarnya.

Upaya untuk mengurangi kecelakaan, kata Harayasa, terus ditingkatkan oleh satlantas. Salah satunya dalam bentuk razia Patuh Semeru, yang pelaksanaannya masih akan berlangsung hingga 11 September nanti.

“Tujuan Operasi Semeru bukan hanya menindak pelanggarnya. Tapi juga untuk mengantisipasi agar para pengendara selalu melengkapi peralatannya, ketika berada di jalan raya,” pungkas Harayasa. (mg1/fun)