Puskesmas Raci Tangani Stunting dengan Pandu Si Bunting

BANGIL, Radar Bromo – Kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus aset sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia. Karenanya, menjadi sebuah keharusan bagi semua pihak untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan kesehatan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat

Keadaan gizi yang baik adalah investasi keluarga. Serta, prasyarat utama dalam mewujudkan SDM yang sehat dan berkualitas. Masalah gizi mem-booming pemberitaannya karena kasus stunting.

Stunting merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan akibat kurangnya nutrisi secara kronis dan infeksi yang berulang. Terutama, di 1000 HPK, sehingga menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dari teman seusianya.

Sedangkan, gizi buruk merupakan suatu kondisi di mana anak kekurangan energi dan protein secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama. Sehingga, berat badan menurut tinggi badan tidak sesuai standar WHO.

Kepala Puskesmas Raci dr. Taliffia Setya Haryantiwi mengatakan, pencegahan stunting adalah salah satu program prioritas kesehatan nasional. Karenanya, perlu upaya-upaya stategis dalam rangka penanggulangan dan mengeliminasi kasusnya.

Karenanya, Puskesmas Raci juga terus berupaya menurunkan, mengeliminasi gizi buruk, stunting, serta memperbaiki dan meningkatkan gizi masyarakat. Salah satunya melalui program Penanggulangan dan Penanganan Terpadu Eliminasi Gizi Buruk dan Stunting (Pandu Si Bunting).

“Ada sejumlah kegiatan yang digelar. Di antaranya, Gerakan Peduli ASI (Geli ASI). Di dalamnya ada kegiatan promosi atau kampanye ASI, pembentukan KP-ASI, konseling menyusui kepada ibu hamil dan ibu menyusui, serta sedekah katuk,” ujar Taliffia. (lel/fun)