Ambruk saat Beli Nasi di Warung Sate, Warga Ngerong Meregang Nyawa

MEREGANG NYAWA: Pihak keluarga dibantu warga mengevakuasi jenazah Samsul Arifin, Kamis (5/9) siang. Korban tewas di dalam warung sate diduga sakit serangan jantung. Inset: Jenazah Samsul Arifin saat masih di TKP. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL, Radar Bromo– Pengunjung di warung sate di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kamis (5/9) siang dibuat gempar. Ini terjadi setelah seorang pembeli, tiba-tiba ambruk di warung makan milik Sapekyah, 61.

Pembeli yang diketahui bernama Samsul Arifin, 54, tak sadarkan diri usai jatuh tersungkur dari kursinya. Samsul Arifin yang berasal dari Dusun Kedamaian, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 13.30. Siang itu warung sate milik Sapekyah ramai akan pengunjung. Rata-rata dalah pelangan yang tengah makan di warung.

Begitu juga ada yang membeli untuk dibungkus. Termasuk Samsul Arifin. Siang itu Samsul memesan dua nasi putih untuk dibawa pulang. “Usai memesan, korban lalu

duduk di kursi sebentar. Nah, tiba-tiba sesaat kemudian korban jatuh ke lantai dari tempat duduknya,” ucap Kapolsek Gempol Kompol Maryono.

Mengetahui korban jatuh ke lantai dan tergeletak, karyawan warung sate tersebut memanggil dokter klinik BPJS yang ada di seberang jalan. Begitu dokter datang, langsung mengecek korban. Setelah dicek, ternyata korban dinyatakan sudah tak bernyawa.

Insiden itu juga memantik petugas dari Polsek Gempol datang. Petugas yang tiba di lokasi kejadian juga melakukan pengecekan terhadap jasad korban. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Tak lama kemudian, pihak keluarga korban datang ke TKP. Dihadapan petugas berkeberatan dilakukan visum luar maupun otopsi. Siang itu juga jelang sore, jasad korban dievakuasi menggunakan mobil ambulans puskesmas terdekat. Kemudian dibawa ke rumah duka.

“Tewasnya korban diduga serangan jantung, bukan akibat kekerasan ataupun lainnya. Pihak keluarga menerima kematian korban, dari TKP langsung dibawa pulang untuk selanjutnya segera dimakamkan,” kata kapolsek. (zal/fun