Minim Petunjuk, Tiga Kejahatan di Nguling Belum Terungkap

NGULING, Radar Bromo – Harapan sejumlah warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan agar tiga kasus kejahatan selama setahun terakhir segera terungkap, belum bisa terealisasi. Kini, penyidik Polsek Nguling mengaku kesulitan mengungkapnya karena minimnya petunjuk.

Kanit Reskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro mengakui, selama setahun terakhir pihaknya memiliki sejumlah kasus yang belum terungkap. Di antaranya, ada kasus pembegalan dengan korban Fio Aprilia, 20, warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dan Isnaini Putri, 21, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Kemudian, ada kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menimpa Margi Anto. Pada Januari lalu, kawanan maling beraksi di warung kopi milik korban di Desa Sedarum, Kecamatan Nguling. Serta, kasus pencurian hewan (curwan) milik Abdul Kadir, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling pada Februari. “Ada tiga aksi kejahatan yang belum terungkap selama setahun terakhir. Kami masih menyelidikinya,” ujarnya.

Adjie menjelaskan, pihaknya masih terus berupaya mengidentifikasi pelaku dalam tiga kejahatan tersebut. Namun, sejauh ini upayanya belum berhasil. Minimnya petunjuk dan keterangan dari korban membuat upaya pengungkapannya terkendala.

Ia mencontohkan, aksi curwan di Desa Sumberanyar. Kesulitan pengungkapannya dikarenakan penyidik kehilangan jejak barang bukti yang dibawa pelaku. Diduga, barang bukti ini sudah dijagal dulu sebelum dijual. “Kalau aksi curat di Desa Sedarum, dimungkinkan ia (pelaku) kabur ke luar Jawa. Sebab, kami kehilangan jejaknya sama sekali,” ujar Adjie. (riz/fun)