Disewa di Grati, Elf Ini Digadaikan Penyewanya ke Lumajang

GRATI, Radar Bromo– Rokhim nyaris saja kehilangan minibus Isuzu Elf miliknya. Ini setelah minibus milik warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Nguling tersebut, sempat dibawa kabur oleh penyewa, pada akhir Agustus lalu. Namun minibus itu digadaikan penyewa yang tak tak bertanggung jawab.

Bahkan minibus bernopol S 7337 W tersebut, digadaikan sampai ke Senduro, Kabupaten Lumajang. Beruntung dari hasil pelacakan polisi, minibus yang memang sering disewa untuk keperluan travel tersebut, berhasil ditemukan.

Awal kasus penipuan itu terjadi 20 Agustus silam. Saat itu Rokhim dihubungi oleh W, yang berniat menyewa Isusu Elf. Alasannya, W hendak mengantarkan rombongan wisatawan ke Jember. Singkatnya, setelah terjadi kesepakatan harga, minibus warna kombinasi putih dan oranye itu dibawa.

MASIH DISELIDIKI: Isuzu Elf milik Rokhim yang kini sudah berhasil diamankan kepolisian. Mobil tersebut sebelumnya disewa, namun digadaikan. (Foto: Polsek Grati for Jawa Pos Radar Bromo)

“Pemiliknya (Rokhim) sepakat mau disewa selama dua hari. Kemudian pelaku (W) menyepakati agar minibus diantar ke depan Ranu Grati. Adapun yang mengantarkan minibus, rekan korban yakni Soim,” beber AKP Suyitno, kapolsek Grati.

Minibus lalu dibawa W. Hingga dua hari berlalu, W tak kunjung mengembalikan minibus tersebut. Tepat sepekan minibus dibawa W, pemiliknya lalu melapor ke Polsek Grati. Polisi mulai melakukan penyelidikan. Bahkan pengejaran dilakukan sampai ke wilayah Jember, Malang dan terkahir di wilayah Lumajang.

Berhari-hari unit Reskrim Polsek Grati dan bersama masyarakat berada di wilayah Lumajang untuk melakukan penyelidikan keberadaan tersangka dan kendaraan tersebut. Hingga akhirnya Minggu (1/9) lalu, polisi mulai menemukan titik terang minibus Suzuki Elf long.

Mobil itu ternyata berada di  rumah P, warga Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kepada polisi, P mengaku bahwa mobil itu digadaikan oleh W. “Mobil itu diparkir di rumah P. Kepada petugas, P mengaku bahwa minibus tersebut digadaikan oleh WI dengan harga Rp. 15.000.000 dan berjanji akan di tebus kembali dalam jangka waktu dua hari. Namun sampai sekarang W tidak kunjung menebus kendaraan tersebut,” beber Suyitno.

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka W. Jika tertangkap, W harus  mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut di mata hukum.Suyitno menambahkan, pelaku bisa dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Atas kasus ini, Suyitno mengimbau kepada para pemilik rental kendaraan agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menyewakan kendaraannya. Terlebih kepada orang yang baru pertama kali dikenalnya.

“Ada baiknya, untuk keamanan kendaraan rental hendaknya di lengkapi dengan perangkat Global Positioning Sistem (GPS). Ini untuk memudahkan pemantauan posisi kendaraan nya bilamana terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” pungkas kapolsek. (fun)