Simpan Sabu di Pembalut, Janda asal Pandaan Ditangkap

BANGIL, Radar Bromo– Hasil dari jualan baju online, dianggap Novita Mustika Sari, 36, tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhasil, perempuan asal Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini nekat cari kerja sampingan.

Sayangnya, usaha sampingan yang digelutinya bertentangan dengan hukum. Yakni, menjadi kurir sabu-sabu (SS). Akibat ulahnya itu, bukannya keuntungan yang ia dapat. Yang ada, ia kini harus mendekam di balik jeruji besi.

Novita yang telah ditetapkan sebagai tersangka, itu ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan Selasa (27/8) pagi. Ketika itu, ia hendak mengantar sabu-sabu ke pemesan. “Ia mengantar SS itu dengan mengendarai motor,” ujar KBO Satreskoba Polres Pasuruan Iptu Agus Purnomo.

Nah, rencana mengantar SS itu tercium petugas usai polisi dapat laporan dari warga. Petugas pun kemudian melakukan penyelidikan. Hingga saat tersangka berada di tepi jalan Petungasri, Kecamatan Pandaan, petugas melakukan penangkapan.

Saat ditangkap, semula tak ditemukan barang bukti (BB) yang dicari. Hingga petugas mendapati bungkusan pembalut wanita di dasbor motornya. “Kami periksa dan minta buka pembalut tersebut. Di situlah, kami temukan BB yang dibutuhkan,” ujar Agus.

Barang bukti yang dimaksud, berupa dua kantong plastik seberat 2,33 gram dan 0,28 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan handphone dan motor tersangka.

Dalam pengakuannya, tersangka terpaksa menjadi kurir SS demi menyambung hidup. Karena hasil jualan online, tak menentu. Apalagi, ia harus menghidupi dua anaknya. “Dia janda. Anaknya dua. Pengakuannya, untuk menambah penghasilan,” jelas Agus.

Atas ulahnya itu, Novita kini dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/mie)