DLH Sebut Dua Gudang Pabrik Pengolahan Kulit Udang Tidak Miliki IPAL

MENGELUH BAU: Sejumlah warga Desa Gempol, Kabupaten Pasuruan, mendatangi pabrik pengolahan udang dan bulu ayam milik PT Hestia, Rabu (28/8) lalu. Inset: Warga menunjukkan air di saluran di desa sekitar, yang diduga tercemar limbah dari aktivitas pabrik. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL, Radar Bromo– Keluhan warga Desa/Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terkait bau tak sedap dari dua pabrik di desanya, langsung ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). PT Kasih Prima dan PT Hestia, yang dikeluhkan warga itu langsung diinspeksi mendadak (sidak).

“Tim kami sudah survei dan sidak ke lokasi. Baik di PT Kasih Prima dan PT Hestia. Ternyata kedua tempat itu tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL),” ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Indra Hernadi, kemarin.

Karenanya, air sisa proses produksinya dibuang ke selokan di sekitar pabrik. Namun, di dalam pabrik juga ada bak penampungan berupa kubangan sekaligus sebagai resapan. Tapi, tidak ada pengolahan limbah.

Selain itu, pihaknya juga menemukan bahan baku di dalam gudang pabrik. Ternyata, bahan baku itu memang sudah beraroma tak sedap sebelum diolah. Sehingga, bau tak sedapnya semakin kuat hingga tercium ke perkampungan warga di sekitar dua gudang pabrik.

“Namanya industri pengolahan, apalagi menggunakan proses mesin di dalamnya, mestinya wajib ada IPAL-nya. Hasil temuan ini sudah kami sampaikan ke tim Pemkab,” ujar Indra.

MENYENGAT: Warga menutup hidungnya saat mendatangi dan memeriksa pabrik pengolahan bulu ayam di Desa Gempol. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Terpisah, Plt Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, pada 2016 lalu dua gudang pabrik itu sudah mendapat sanksi. Saat itu proses produksinya dihentikan sementara. Selain menimbulkan bau tak sedap, saat itu izinnya juga tidak lengkap.

Anang mengatakan, PT Kasih Prima pengelolanya pengusaha dari Pasuruan. Sedangkan, PT Hestia milik pengusaha asal Gresik. “Hari ini (kemarin) kedua pemilik usahanya kami panggil ke kantor di Raci, sekaligus menunjukkan izin yang dimiliki. Setelah itu, baru diputuskan sanksi untuk keduanya. Sekarang ada izin atau tidaknya, aktivitas kegiatannya harus berhenti,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pasuruan itu.

Sebelumnya, Rabu (28/8), sejumlah warga Desa/Kecamatan Gempol mendatangi dua gudang milik PT Kasih Prima dan PT Hestia. Mereka mengeluhkan adanya bau tak sedap dari gudang pabrik pengolahan kulit udang, cangkang, dan bulu ayam di Dusun Wonosari itu. Setelah di-sidak DLH, ternyata dua pabrik ini tak memiliki IPAL. (zal/fun)