Kasus Penipuan, Mantan Kades Pekoren Kembali Ditahan

BANGIL, Radar Bromo – Mantan Kepala Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Muhaimin kembali harus berurusan dengan hukum. Setelah tersandung kasus pemalsuan surat, ia kini dijebloskan ke penjara gara-gara kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Muhaimin ditahan anggota Satreskrim Polres Pasuruan sejak Senin (19/8). Kanit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Decky Tjahyono menyampaikan, penahanan lelaki yang juga sempat jadi calon legislatif (caleg) yang gagal terpilih itu didasari atas laporan dari M. Sholeh, warga Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang.

Laporan itu dilayangkan korban sejak Mei 2019. “Korban merasa ditipu oleh tersangka,” kata Decky saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima.

Decky menguraikan, perkara yang melilit Muhaimin, bermula dari jual beli tanah antara tersangka dan korban. Kejadiannya berlangsung Desember 2016. Ketika itu, tersangka yang menjabat sebagai kepala Desa Pekoren, menawarkan tanah seluas 7.450 meter persegi kepada korban.

Tanah tersebut ditawarkan seharga Rp 1,3 miliar. Kesepakatan pun terjalin. Korban akan melakukan pembayaran secara bertahap.

“Sebagai tanda jadi, korban membayar Rp 530 juta untuk mengurus Leter C. Awalnya Rp 290 juta secara bertahap dari Desember 2016 hingga Januari 2017. Dan sisanya Rp 240 dibayar bulan berikutnya melalui transfer,” ungkap Decky.

Korban percaya karena status Muhaimin yang merupakan Kades bisa menerbitkan Leter C. Ia pun percaya karena Muhaimin sudah memperoleh kuasa dari pemiliknya.

Sayangnya, meski uang tanda jadi sudah diserahkan, korban ternyata tidak bisa menguasai tanah tersebut. Bahkan, ada orang lain yang mengklaim tanah tersebut dengan bukti sertifikat. “Karena tak kunjung bisa dimanfaatkan, korban akhirnya memilih melapor polisi,” imbuhnya.

Dari laporan itulah, polisi akhirnya melakukan penelusuran. Dari situlah, terbongkar kalau tersangka diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Karena ternyata tersangka tidak mempunyai hak atas tanah tersebut dan tidak mampu menerbitkan Leter C yang dibutuhkan korban.

Atas dasar itulah, petugas kemudian mengamankan tersangka. Muhaimin disangkakan melanggar pasal 378 KUHP jo pasal 372 KUHP tentang Penipuan dengan Penggelapan. Ia terancam hukuman lima tahun penjara. (one/mie)