Ditinggal, Api Kompor Sambar Lemari di Kelurahan Jati

MAYANGAN, Radar Bromo – Rumah Anisa di Jalan MT. Haryono, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, nyaris ludes. Senin (26/8), api yang berasal dari kompor yang ditinggal pemiliknya menyambar bahan-bahan mudah terbakar.

Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini sempat menggegerkan warga. Informasinya, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu Anisa sedang memasak. Kompor yang ditinggal menyala tidak beraturan. Kemudian, api menyambar lemari di samping kompor dan beberapa bahan yang mudah terbakar.

Sekitar pukul 16,00, anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo yang mendapatkan informasi dari warga merapat ke lokasi kejadian. Mereka membawa satu unit truk damkar. “Diduga api merembet karena barang-barang di sekitar kompor mudah terbakar,” ujar personel Damkar Kota Probolinggo, Nanang.

Tim damkar terus melakukan pembasahan di daerah titik api dan sekitar selama sekitar 15 menit hingga api benar-benar padam. Tidak ada kendala yang berarti dalam proses pemadaman karena api hanya berada di satu titik. “Untungnya api segera bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet ke lainnya,” ujarnya.

 

Kebakaran di Kota Probolinggo Masih Tinggi

Kebakaran di rumah Anisa ini memperpanjang jumlah kasus kebakaran di Kota Probolinggo. Sejauh ini, tercatat sudah ada 22 kasus kebakaran di Kota Probolinggo. Jumlah ini hanya selisih satu kasus dibanding periode yang sama pada 2018. Saat itu ada 23 kasus.

Tahun ini, kebanyakan kasus terjadi karena kecerobohan warga, sehingga memicu terjadinya kebakaran. Staf Administrasi dan Tata Usaha Satuan Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo Nanang mengatakan, kasus kebakaran terbagi menjadi beberapa penyebab. Sebanyak 13 merupakan kecerobohan, 7 kasus karena korsleting listrik, dan 2 lainnya penyebabnya belum diketahui.

“Kebakaran yang terjadi akibat kecerobohan ini, di antaranya lupa mematikan kompor, regulator gas yang bocor dan menyambar tabung gas, membakar sampah kemudian ditinggal, serta membuang puntung rokok sembarangan,” jelasnya.

Untuk kasus kebakaran akibat korsleting listrik terjadi kebanyakan karena warga lalai dengan adanya sambungan kabel yang terbuka. Sehingga, memicu percikan api. “Terjadi percikan api, kemudian tidak ada orang yang mengetahuinya. Sehingga, api bertambah besar dan timbul kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo Heri Wijayani mengatakan, kebakaran banyak terjadi karena faktor kecerobohan dan korsleting listrik. Karenanya, pihaknya mengimbau warga senantiasa lebih meningkatkan kewaspadaannya.

“Kepada warga agar lebih berhati-hati. Apalagi saat ini masuk musim kemarau dan angin kencang. Sedikit percikan api dapat menimbulkan kebakaran. Ditambah jika kebakaran terjadi di areal padat penduduk, ini akan semakin berbahaya,” ujarnya. (ar/rud)