Baru Dibobol Juli Lalu, SDN Malasan Kembali Dibobol Maling Lagi

DARI SINI: Bambang Hermanto menunjukkan jendela di ruang guru, Senin (26/8) pagi. Diduga para pelaku masuk melalui jendela di ruang guru ini, sebelum mengambil barang-barang di dalam pada Minggu (25/8) malam. (Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LECES, Radar Bromo – Lingkungan di SDN Malasan 1 benar-benar tidak aman. Betapa tidak, sekolah ini sudah dua kali dibobol maling. Juli lalu, sekolah ini dibobol maling dan mengakibatkan sejumlah barang hilang. Nah, Minggu (25/8) lalu, sekolah ini kembali dimasuki maling.

Kali ini maling berhasil menggasak barang lebih banyak. Jika Juli lalu SDN Malasan kehilangan barang berupa penanak nasi, gas elpiji 3 kilogram dan kompor gas, Minggu lalu sekolah harus kehilangan kamera, uang tunai milik koperasi serta modem internet.

AMBURADUL: Lemari di ruang guru yang sempat diacak-acak maling. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden pencurian itu diketahui Minggu malam. Itu bermula saat Bambang Hermanto, hendak menyalakan lampu sekolah sekitar pukul 19.00.

Bambang yang merupakan penjaga sekolah, awalnya mau masuk ke ruang guru untuk menyalakan lampu. Namun dia dikejutkan lantaran ruang guru sudah berantakan. “Tidak hanya barang-barang dan arsip yang ada diatas meja. Namun barang yang ada di dalam selorokan meja juga berantakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Hermanto juga menemukan barang seperti laptop, modem internet, microphone, dan beberapa barang lainya berada di luar ruang guru. Dia pun mengecek ke ruangan yang lain, seperti ruang kelas 5. Hingga dia mengecek detail, ada beberapa barang yang hilang.

Di antaranya kamera digital Canon, uang tunai koperasi yang besarannya sekitar Rp 500 ribu, serta alat musik rebana. Kamera dan uang tunai berada di ruang guru. Sementara alat musik rebana, ada di ruang kelas 5.

Begitu mengetahui sekolah dibobol maling, Bambang memerika ruangan. Dia pun melihat ada jendela di ruang guru yang diduga sebagai celah masuk pelaku. Ini terlihat lantaran ada teralis yang dirusak. Kemungkinan, para pelaku masuk sebelum dirinya datang untuk menghidupkan lampu.

“Mungkin kejadian itu (pencurian) tidak lama saat saya datang. Makanya sebagian barang masih belum sempat dibawa,” ujarnya.

Bambang menambahkan, pencurian di SDN Malasan 1, bukanlah yang pertama kali. Bambang masih ingat ketika menjelang pernikahannya pada Juli silam, pencurian juga pernah terjadi.

Saat dibobol Juli lalu, pihak sekolah tidak melapor ke pihak berwajib. Sekolah merasa kerugian yang terlalu kecil. Namun untuk kejadian pencurian Minggu lalu, sekolah sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa. “Kalau laporan kepolisi masih belum, hanya ke desa saja. Dan untuk tindaklanjutnya masih menunggu kesepakatan pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, sampai Senin (26/8), Polsek Leces rupanya belum menerima laporan pencurian di SDN Malasan 1. “Kami belum mendapat laporan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Leces Bripka Ali Yunus. (mg1/fun)