Spesialis Garong Motor asal Pasrepan Dibekuk, 2 Masih Buron

BANGIL, Radar Bromo – Lika-liku M. Sulaiman, 29, warga Desa/Kecamatan Pasrepan, dalam melancarkan aksi pencurian, berakhir di balik jeruji besi. Itu setelah anggota buser Satreskrim Polres Pasuruan, berhasil meringkusnya.

Ia ditangkap Selasa malam (20/8), beberapa jam setelah melancarkan aksinya. Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima menyampaikan, penangkapan tersangka berawal dari aksi pencurian motor yang dilakukannya. Ia melancarkan aksi pencurian tersebut, Selasa pagi (20/8), sekitar pukul 04.00.

Korbannya, adalah Sari Kartika, 43, warga Randupitu, Kecamatan Gempol. Menurut Dewa-sapaan Dewa Putu Prima, tersangka tidak sendirian.

Ia melancarkan aksi pencurian itu, bersama dua rekannya rekannya. Mereka adalah YD dan YKB yang saat ini masih buron. “Mereka merusak kunci gembok pagar dan masuk pelataran rumah korban. Di situlah, para pelaku mencuri Honda Beat dan Vario milik korban,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Korban sendiri ketika itu tengah berada di dalam rumah. Saat ia keluar rumah, ia dibuat kaget. Karena dua motor yang ditaruh di teras rumah, telah raib.

Menurut Dewa, tersangka melancarkan aksi pencurian itu dengan merusak kunci kontak motor menggunakan kunci T. “Tersangka juga membawa softgun. Senjata itu digunakan, jika terdesak,” sampainya.

Usai mengetahui motornya raib itulah, korban kemudian mengadu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas bergerak melakukan penelusuran. “Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi tersangka. Selanjutnya, petugas melakukan penangkapan,” ulasnya.

Tersangka berhasil ditangkap, saat berada di tepi jalan Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. “Kami menangkapnya sekitar pukul 20.00,” tandasnya.

Dari penyidikan yang dilakukan, ternyata bukan hanya sekali tersangka melancarkan aksinya. Terhitung ada tujuh TKP lain yang menjadi lokasi aksinya.

Baik di Bangil, Puspo dan daerah lain. Karena perbuatannya itu, tersangka disangkakan melanggar pasal 363 KUHP. Ancamannya 7 tahun penjara. (one/mie)