Pengeroyok Debt Collector Diduga Enam Orang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus pengeroyokan terhadap debt collector alias juru tagih di Kecamatan Kraksaan, terus didalami Polsek Kraksaan, Polres Probolinggo. Dalam kasus ini, penyidik menduga ada enam orang yang terlibat pengeroyokan. Karenanya, penanganannya akan dilimpahkan ke Polres Probolinggo.

Kapolsek Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengatakan, pelimpahan dilakukan karena anggotanya minim. “Pelakunya lima sampai enam orang. Karena itu, kami akan melimpahkan perkara ini ke Polres,” ujarnya, Sabtu (24/8). Sejauh ini, pihaknya belum memeriksa para pelaku. Yang telah diperiksa baru korbannya. Yakni, Hamid, 29 dan rekannya, Muhammad, 40.

Joko mengatakan, mereka mengaku saat itu berboncengan menggunakan sepeda motor. Sesampai di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, mereka melihat penunggak utang membawa sepeda motor yang dicarinya. Tidak mau kehilangan, keduanya berusaha menahan motor “buruannya.”

Namun, karena ulahnya itu keduanya langsung dihajar massa. “Kejadiannya itu di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Tepatnya di depan Rumah Makan Mataraja. Kronologinya begitu, menurut pengakuan korban. Untuk pastinya kurang tahu. Setelah kejadian itu, keduanya melapor ke kantor,” ujarnya.

Joko mengaku, kini pihaknya hanya menangani kasus penganiayaannya. Pihaknya tidak bisa menolak ketika ada laporan. Meski sebenarnya tindakan kedua korban menjabal motor tidak dibenarkan dan melanggar undang-undang.

“Kalau korban penjabalan mau melapor, kami tangani juga. Sebab, tindakan pengambilan motor secara paksa di jalan itu tidak dibenarkan undang-undang. Tapi, saya lupa aturan pastinya. Karena itu, saat ini yang kami tangani penganiayaannya. Karena korban penjabalan tidak melapor,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (23/8), seorang debt collector Hamid, 29, warga Desa Alasumur Kulon, kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dihajar warga. Sebab, dia berusaha merampas motor milik salah seorang warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Beruntung, Hamid bisa lolos dari amukan massa. Sehingga, masih bisa melapor ke Mapolsek Kraksaan. (sid/rud)