Derby Pasuruan, Persekabpas Menang Terbantu Kartu Merah

BANGIL, Radar Bromo – Tensi tinggi mewarnai laga derby antara Persekabpas melawan Persekap, Minggu (25/8) sore. Terbukti, lima kartu kuning dan dua kartu merah, harus dikeluarkan wasit dalam pertandingan penuh gengsi itu.

Dua kartu merah tersebut, diberikan wasit pertandingan, Heru Santoso, kepada pemain Persekap. Masing-masing untuk Akhmat Jakfar dan Arie Handika Ramadhan. Berkah kartu merah itu, Persekabpas boleh dibilang terbantu lantaran Persekap tak berkutik saat di lapangan hanya tersisa 9 pemain.

Laga yang belangsung di Stadion R Soedrasono, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil itu, berakhir dengan kemenangan tuan rumah, dengan skor tipis, 1-0. Satu-satunya gol kemengan Persekabpas, dicetak kapten tim, Ricko Hardiansyah. Ricko berhasil mencetak gol, setelah memperoleh umpan silang dari sisi kiri gawang lawan.

Tim Persekap sejatinya mendominasi di babak awal pertandingan. Serangan bertubi-tubi dilancarkan, hingga membuat lini belakang Persekabpas kualahan. Tim tamu memperoleh peluang pertamanya di menit ke 20.

Sadukan striker tim tamu, Wahyu Kurniawan nyaris membobol gawang tuan rumah, kalau saja tidak mengenai mistar. Peluang kembali di dapatkan tim tamu, ketika memasuki menit-menit ke 35 babak pertama.

Memanfaatkan tendangan bebas, Andika Ramadani, nyaris mencatatkan namanya sebagai pencetak gol. Tendangan menukiknya, sempat membentur mistar gawang. Bola pun sempat berkemelut di gawang, sebelum akhirnya diamankan Alfarisi, penjaga gawang Persekabpas.

Namun wasit tak melihat adanya gol. Sehingga, skor tetap imbang, 0-0 untuk kedua kesebelasan. Persekabpas sendiri bukannya tanpa peluang. Beberapa kali tendangan yang dilesatkan Ricko cs, gagal berbuah gol. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata tak berubah. 0-0 untuk kedua tim.

Usai turun minum, Persekabpas mencoba untuk tampil lebih menekan. Asa itu akhirnya tercipta, di menit ke 62. Paat yang merangsek dari jantung pertahanan sisi kiri Persekap, melepas umpan silang arah gawang.

Ricko yang dikawal pemain belakang Persekabpas, menyambut dengan baik bola tersebut. Ia melompat dan menanduk bola. Tandungannya, sulit dijangkau pemain Persekap. Gol pun tercipta. Skor berubah, 1-0 untuk keunggulan Persekabpas.

Gol tersebut, membuat tensi permainan semakin tinggi. Pelanggaran-pelanggaran keras, akhirnya tercipta. Ketegangan di dalam lapangan tak terhindarkan. Akhmat Jakfar harus meninggalkan lapangan di menit ke 70, setelah mendapatkan kartu kuning kedua.

Begitupun dengan Arie Handika. Ia harus meninggalkan laga lebih awal, setelah dikartu kuning kedua oleh wasit di menit ke 84. Unggul jumlah tim, tak serta merta membuat tim tuan rumah menambah pundi-pundi gol.

Buktinya, skor 1-0 tak berubah, hingga laga berakhir. Pelatih Persekap, Aris Budi Prasetyo memandang, secara permainan, anak asuhnya bermain bagus. Hanya saja, netralitas pengadil lapangan dianggapnya kurang, sehingga timnya harus mengalami kekalahan. (one/fun)