Targetkan 1.918 Hektare Lahan Sawah Ditanami Cabai

DRINGU, Radar Bromo– Mahalnya harga cabai yang ada di pasaran  membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo menyusun langkah. Ini agar panen cabai bisa ditingkatkan. Salah satunya menargetkan adanya penambahan lahan pertanian yang bisa ditanam cabai.

Sampai dengan bulan ini, sekitar 1.682 hektare lahan milik petani yang telah ditanami cabai rawit. Jumlah itu masih kurang lantaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menargetkan, sedikitnya 1.918 haktare bisa ditanami cabai.

Hal ini diungkapkan Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Yuli Setyaningsih. Upaya sosialisasi agar petani tetap menanam cabai rawit terus dilakukan oleh pihaknya.

“Dari awal tahun sudah kami rencanakan dan targetkan jumlah lahan pertanian yang ditanam sampai dengan akhir tahun seluas 1.918 hektare. Saat ini sudah mecapai 1.682 hektare,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Pihaknya memang memiliki peranan penting dalam hal peningkatan panen cabai rawit yang ada di pasaran. Menurutnya, naiknya harga cabai rawit  di pasaran terjadi  karena belum masuk masa panen raya.

“Kami sudah berikan sosialisasi kepada petani terkait dengan upaya peningkatan jumlah panen cabai rawit. Selain peningkatan luas lahan kita juga telah menyarankan agar petani menggunakan bibit hibrida yang kualitas panen lebih bagus dan melimpah,” paparnya.

Luas lahan yang ada jika tidak diikuti dengan penggunaan bibit yang baik juga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen cabai rawit. Jumlah konsumen cabai rawit lebih banyak daripada jumlah persediaan barang, ini yang memiliki andil besar terkait dengan mahalnya harga cabai rawit.

“Pemerintah Kabupaten juga akan berupaya agar harga cabai kembali normal dengan menggelar operasi pasar yang dampaknya bisa dirasakan dengan cepat,” ujarnya.

Pihaknya memprediksikan harga akan kembali normal ketika memasuki masa panen raya yang akan terjadi sekitar bulan Oktober. Mahalnya cabai yang dipengaruhi karena hasil panen tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Kami terus berupaya melakukan yang terbaik, kami optimis harga pasar akan normal ketika panen raya, dan kedepan kami upayakan panen bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” harapnya. (ar/fun)