Sidang Perkara Kasus Narkoba Mendominasi di Pengadilan Negeri Kraksaan

MENYIMAK HAKIM: Suasana persidangan perkara pembakaran pelaku curanmor yang pernah digelar di PN Kraksaan beberapa waktu lalu. Dari sekitar 336 perkara pidana yang ditangani PN Kraksaan, sebanyak 50 persennya adalah perkara narkoba. (Foto dok)

Related Post

KRAKSAAN Radar Bromo – Sampai dengan kurun waktu pertengahan bulan Agustus,  Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Kelas 1 B telah menerima 336 berkas perkara pidana. Sebanyak 321 perkara sudah diputus, mayoritas kasus penyalahgunaan narkotik dan obat–obatan terlarang (narkoba).

Hal ini diungkapkan oleh Hakim Juru Bicara dan Humas PN Kelas 1 B Kraksaan Yudistira Alfian, jumlah tersebut merupakan angka global putusan yang yang dikeluarkan.

Total perkara tersebut terdiri dari beberapa perkara yakni perkara tindak pidana biasa sebayak 295 perkara dan sudah diputus 285 perkara, tindak pidana ringan 35 perkara dan semuanya sudah putusan, serta sebanyak 7 pidana anak dan sudah diputus sebanyak 6 perkara.

“Dari putusan yang ketuk, sekitar sekitar 50 persen perkara yang sudah diputus adalah kasus penyalahgunaan narkotika dan obat–obatan terlarang yang masuk dalam kategori pidana biasa. Kemudian 30 persen perkara pencurian, serta 20 persen kasus perjudian dan pembunuhan,” ujarnya saat ditemui di PN Kraksaan.

LENGANG: Suasana pelayanan terpadu di PN Kraksaan. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Dari data tersebut masih ada beberapa perkara yang merupakan sisa dari perkara di tahun 2018. Saat ini masih dalam proses persidangan. Seperti perkara pidana biasa sisa tahun lalu sebanyak 36 perkara.

“Sebanyak 75 persen perkara pidana yang masuk sudah putusan, dari tiga pidana tersebut masih ada beberapa perkara yang masih bergulir sampai dengan saat ini, kami masih proses perkara tersebut hingga putusan,” ujarnya.

Menurutnya, lama tidaknya proses persidangan perkara pidana tergantung pada saksi yang dihadirkan pada saat proses persidangan berlangsung. Saksi yang dihadirkan sangat berpengaruh pada putusan yang diketuk nantinya.

“Perkara yang masuk dan diputus saat ini relatif lebih rendah daripada tahun lalu, tapi kami prediksikan diakhir tahun jumlahnya akan sama bahkan lebih banyak dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Tak hanya itu, sebanyak 2.500 perkara berkas tilang yang sudah diputus oleh PN Kraksaan kelas 1 B. Putusan ini berupa pemberian sanksi ataupun denda kepada pelanggar.

“Perkara ini putusannya relatif cepat, karena sifatnya berupa pelanggaran tidak membutuhkan proses yang panjang dibanding perkara yang lain,” paparnya. (ar/fun)