Seminggu usai Pembongkaran Lapak, Saluran Mojokopek Belum Dinormalisasi

Rencana Pemkab Pasuruan melakukan normalisasi di saluran tersier Mojokopek berjalan lambat. Sepekan berlalu usai lapak liar di atas saluran yang memicu genangan itu dibongkar, proses normalisasi belum dilakukan.

 

Rizal Syatori, GEMPOL, Radar Bromo

 

TEPI saluran tersier Mojokopek di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, beberapa hari terakhir tampak tak bersih. Di sepanjang saluran itu, tampak tumpukan material.

Tumpukan material itu berasal dari sisa-sisa pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas saluran air setempat. Total ada 21 lapak liar yang berdiri di atas saluran setempat dengan menggunakan alat beras. Sejatinya, ada lebih dari 21 lapak yang dibongkar. Namun, sisanya dibongkar oleh penghuninya sendiri.

Lapak-lapak itu dibongkar lantaran saluran setempat bakal dinormalisasi. Sebab, saluran tersier sepanjang 200 meter itu sudah dangkal. Saat ini, saluran itu memiliki kedalaman hanya sekitar 30 sentimeter. Padahal, harusnya memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Air dari saluran tersier setempat kerap meluap ke jalan raya.

Nah, sepekan usai lapak-lapak liar itu dibongkar, sejauh ini tak kunjung ditindaklanjuti. Alih-alih dinormalisasi, sisa material dari bangunan yang dibongkar sendiri, juga belum dibersihkan.

Tumpukan material itu dibiarkan begitu saja. Menggunung, persis di samping saluran air. Tak ada pembatasnya. Tak sedikit, sisa material itu yang masuk ke saluran air. Hingga membuat saluran tersier itu tambah dangkal lagi.

“Eksekusi atau pembongkaran lapak liarnya sudah selesai, mestinya material sisa pembongkarannya juga sudah bersih. Tapi, ini masih berserakan dan berada di lokasi,” keluh Tomi, warga Dusun Legupit, Desa Karangrejo.

Terkait kondisi itu, Kabid Bina Manfaat dan Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Pemkab Pasuruan Chafidon menjelaskan, sebelum dinormalisasi bakal dilakukan pembersihan material sisa pembongkaran dulu. Pembersihan itu rencananya dilakukan pekan depan.

“Jangan khawatir, pembersihan sisa material pasca pembongkaran lapaknya tetap ada. Diagendakan mulai pekan depan,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Usai material sisa pembongkaran dilakukan, rencananya baru dinormalisasi. “Jadi, dibersihkan dulu. Setelah selesai, akan ditindaklanjuti dengan kegiatan inti. Yakni, normalisasi saluran tersier Mojokopek,” tuturnya. (mie)