Perbaikan Jembatan Pajarakan Picu Kemacetan Panjang

MACET: Kemacetan terjadi di sisi timur jembatan Pajarakan, imbas perbaikan jembatan. Perbaikan itu dijadwalkan dilakukan selama seminggu. Dan kanan, perbaikan dilakukan di lajur selatan atau jalan arah Banyuwangi-Surabaya. (Foto: Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pengerjaan perbaikan jalan jembatan KM 119+320 Pajarakan, Kabupaten Probolinggo  dimulai Kamis (22/8). Perbaikan itu pun bikin macet.

Sebab, pekerja akan memperbaiki jalur pantura tersebut selama 24 jam. Selama 24 jam itu, perbaikan dilakukan dalam tiga sif.  Masing-masing sif bekerja 8 jam. Sif pertama pukul 08.00-16.00. sif kedua, 16.00-24.00. Dan sif ketiga, pukul 24.00-08.00.

Perbaikan dilakukan di lajur selatan. Selama lajur selatan diperbaiki, kendaraan hanya bisa melewati satu lajur. Yaitu, lajur utara saja. Baik itu kendaraan dari arah barat, maupun timur.

Alhasil, semua kendaraan harus melewati lajur utara secara bergantian. Saat kendaraan dari timur melintas, maka kendaraan dari barat menunggu atau berhenti. Demikian juga sebaliknya.

Kondisi itu membuat jalur pantura di Jalan Raya Pajarakan macet beberapa kilometer. Dengan perbaikan yang dilakukan 24 jam penuh, maka diperkirakan kemacetan akan berlangsung selama 24 jam juga.

PICU KEMACETAN: Perbaikan jalan jembatan Pajarakan yang menimbulkan kemacetan panjang, sejak kemarin (22/8).

Perbaikan itu sendiri akan diselesaikan dalam waktu seminggu. Pengerjaan dimulai Kamis (22/8) pukul 10.00 dan rencananya selesai pada Kamis (29/8).

Apriyanto, pengawas lapangan BBPJN VIII PPK wilayah Probolinggo, Paiton, Situbondo menjelaskan, perbaikan di lajur selatan dilakukan di empat titik. Setelah selesai, perbaikan dilanjutkan di lajur utara sebanyak tiga titik.

Menurutnya, pengerjaan yang dilakukan kemarin di lajur selatan, terbilang cukup cepat. Hingga Selasa (22/8) pukul 17.51, proses pengerjaan sudah sampai pada tahap pengecoran. Rencananya, hari ini pekerja akan mengaspal jalan yang diperbaiki dari arah Banyuwangi–Surabaya . “Sekarang sudah memasuki proses pengecoran. Sepertinya besok sudah melakukan pengaspalan,” ujar Apriyanto.

Selama perbaikan, menurutnya, akan diberlakukan sistem buka tutup di Jalan Raya Pajarakan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk mengatur lalu lintas ini.

JALUR ALTERNATIF: Rambu penunjuk arah jalan alternatif dipasang untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura.

Kamis (22/8) misalnya, beberapa petugas Satlantas mengatur lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Pajarakan. Selain itu, rambu-rambu imbauan dipasang di beberapa lokasi.

Di antaranya di sepanjang Jalan Raya Pajarakan. Lalu, di KM 94.200, pertigaan Ketapang, Kota Probolinggo, untuk pengendara arah Surabaya–Banyuwangi.

Petugas juga menyiapkan jalur alternatif. Untuk kendaraan berat dari Surabaya–Banyuwangi, diimbau melewati Lumajang dan Jember. Sementara dari Banyuwangi–Surabaya masih boleh melewati jalan nasional.

Sedangkan untuk mobil pribadi dari Surabaya–Banyuwangi, juga disiapkan jalan alternatif. Yaitu, dari pertigaan Klaseman, menuju Maron, hingga Kecamatan Gading. Setelah itu, lurus ke utara menuju Pasar Semampir.

“Namun, kendaraan pribadi dari arah Surabaya masih banyak yang melintasi jalan nasional. Mungkin, karena jarak jalan alternatif sangat jauh,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Bromo, sejak pukul 10.00 kemacetan terjadi. Kemacetan sangat parah terjadi pukul 16.33.

Di sebelah timur jembatan Pajarakan, kemacetan sampai ke SPBU Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Untuk sebelah barat jembatan, kamecatan sampai di depan Masjid Karanggeger, Kecamatan Pajarakan. (mg1/hn)