Normalisasi Kalimati Masih Tunggu Kejelasan BBWS Brantas

BANGIL, Radar Bromo-Pengembalian kondisi Bangiltak atau Kalimati, hingga akhir Agustus ini tak kunjung ada kejelasan. Sejauh ini, Pemkab Pasuruan masih menunggu kebijakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk merealisasikan rencana normalisasi tersebut.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menguraikan, normalisasi Kalimati merupakan pilihan BBWS Brantas dalam menanggulangi banjir di wilayah Beji dan Bangil. Sebelumnya, Pemkab pernah mengusulkan alternatif lain.

Yakni, dengan pembangunan kolam retensi di wilayah Bangil ataupun Beji. “Namun, pihak BBWS Brantas menjatuhkan pilihannya untuk menormaliasi Kalimati,” jelasnya.

Program tersebut memang tak mudah untuk dilakukan serta merta. Sebab, dibutuhkan dana besar untuk mewujudkannya. Mengingat, sungai yang harus dikeruk cukup panjang. Mencapai 12 kilometer dengan lebar 80 meter. Belum lagi, biaya untuk merelokasi warga dari kawasan setempat.

Sebab, tak sedikit sempandan kalimati yang sudah disulap menjadi rumah-rumah permukiman. “Biayanya besar. Bisa ratusan miliar,” kata Irsyad.

Sejauh ini, pihaknya mengakui, belum memperoleh tindak lanjut dari rencana tersebut. Ia pun mengaku, masih menunggu kebijakan BBWS Brantas untuk merealisasikan program tersebut.

“Dampaknya kan tidak hanya dirasakan warga Kabupaten Pasuruan. Tetapi, juga Sidoarjo. Karena kalimati itu berbatasan dengan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Sampai sejauh ini, kami belum memperoleh perkembangan rencana tersebut,” jelasnya. (one/mie)