Modus Ajak Nonton Bokep, Lelaki 53 Tahun Ini Gauli Bocah SD

BANGIL, Radar Bromo – Apa yang dilakukan Marsudi, 53, ini benar-benar tak patut. Warga Kecamatan Gempolitu tega menyetubuhi seorang gadis yang tidak lain tetangganya.

Aksi bejat itu tak hanya dilakukan tersangka sekali. Melainkan hingga delapan kali. Terhitung sejak 2015 hingga 2017. Kedok tersangka akhirnya terbongkar setelah korban, INT, 17, curhat pada ibunya, DNH, 36.

Korban curhat atas perbuatan Marsudi padanya. DNH pun tidak terima. Dia kemudian melaporkan perbuatan Marsudi itu ke polisi pada Senin (29/7).

Dan Rabu (14/8), tersangka akhirnya ditangkap petugas Polres Pasuruan. Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menyampaikan, tersangka ditangkap di rumahnya pukul 10.00.

Dari pemeriksaan awal pada tersangka diketahui, tersangka menyetubuhi korban sejak korban masih berusia 12 tahun. Korban yang kala itu masih kelas 6 SD, sering membantu tersangka mencuci piring.

“Korban memang sering diminta untuk cuci piring di rumah tersangka. Ia dikasih uang Rp 5 ribu untuk cuci piring tersebut,” sampainya.

Rupanya, kehadiran korban di rumah tersangka, membuat niat jahat tersangka muncul. Tersangka kemudian mengajak korban untuk menonton film bokep atau film porno di rumahnya. Korban yang masih lugu, menuruti saja.

Usai menonton film porno itulah, korban menjadi pelampiasan nafsu setan tersangka. Ia mengajak korban ke kamarnya dan menyetubuhinya.

“Saat itu korban main di depan rumah tersangka. Tersangka kemudian memanggilnya dan merayunya. Tersangka mengajak korban menonton film porno. Setelah itu, tersangka kemudian menyetubuhi korban,” kata Rizal.

Agar kedoknya tak terungkap, tersangka memberikan uang Rp 50 ribu kepada korban. Namun, aksi itu tidak berhenti hanya sekali.

Setelah kejadian yang pertama pada 2015, tersangka berkali-kali menyetubuhi korban hingga tahun 2017. Terhitung, delapan kali tersangka menyetubuhi korban.

“Tersangka melancarkan aksinya itu sebanyak delapan kali. Mulai 2015 hingga 2017,” kisah mantan Kapolres Pasuruan Kota ini.

Selama itu pula, perbuatan tersangka tersimpan dengan aman. Namun, kejahatan seksual yang dilakukan tersangka akhirnya terungkap juga.

Selama dua tahun, korban rupanya tidak tahan terhadap perbuatan tersangka padanya. Korban pun bercerita kepada ibunya. Tak terima anaknya menjadi pelampiasan nafsu tersangka, ibu korban pun melaporkan kasus ini ke polisi.

Dari laporan itulah, petugas kemudian menindaklanjutinya. Hingga akhirnya tersangka ditangkap.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti. Ada rok pendek, satu potong celana dalam, dan beberapa bukti lainnya,” urainya.

Kepada wartawan, tersangka menyangkal telah menyetubuhi korban. Bahkan, tersangka mengaku tidak pernah menyetubuhi korban.

Memang, ia pernah memberikan uang pada korban. Namun, uang itu untuk membayar buruh cuci piring juga untuk membelikan korban sepatu.

“Saya merasa kasian. Makanya saya kasih uang untuk beli sepatu,” ungkap dia.

Tersangka pun menegaskan, apa yang dituduhkan padanya adalah fitnah. Karena selama ini, dirinya tak melakukan apa pun terhadap korban.

“Saya difitnah. Saya tidak pernah melakukannya (persetubuhan, Red),” ungkap tersangka.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima menegaskan, tersangka merupakan mantan napi kasus narkoba dan pencurian kayu. Ia sudah bolak-balik masuk penjara gara-gara narkoba.

Ia menegaskan, penangkapan terhadap tersangka ada dasarnya. “Kami punya bukti-bukti. Ada hasil visum, saksi, dan petunjuk lain,” sampainya.

Kasat Reskrim menduga, korban dari perbuatan tersangka bukan hanya satu bocah, melainkan ada lebih. “Korbannya banyak. Hanya saja, yang berani lapor baru satu,” jelasnya.

Karena perbuatannya itu, tersangka disangkakan melanggar pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman hingga 20 tahun penjara. (one/fun)