Imbau Nelayan Gunakan Life Jaket saat Cuaca Buruk

RISIKO TINGGI: Personel Polairud usai patroli di Pelabuhan Probolinggo. Disaat kondisi cuaca seperti sekarang, nelayan diminta memperhatikan alat kselamatan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Sejak beberapa hari yang lalu, Probolinggo dilanda cuaca buruk. Mulai dari angin yang cukup kencang, hingga menyebabkan gelombang tinggi di perairan Probolinggo. Agar tak menjadi musibah, nelayan diimbau agar berhati –hati  dan selalu gunakan peralatan safety.

Imbauan itu disampaikan AKP Slamet Prayitno Kasat Polairud. Menurut Slamet, imbauan itu sudah disampaikannya secara langsung. Seperti Senin (19/8) lalu pihaknya melakukan patroli dengan kapal. Nah, saat patroli itulah,  Polairud juga mendatangi sejumlah nelayan dan juga kapal penyeberangan. Tujuannya yakni memberikan imbauan agar tetap berhati-hati terhadap cuaca buruk. Serta tidak luput pula nelayan diingatkan agar selalu menggunakan peralatan safety.

“Beberapa hari ini cuacanya tidak menentu. Angin cukup kencang yang dapat mempengaruhi ombak. Sehingga kami imbau untuk warga, baik kapal nelayan dan juga penyeberangan untuk menggunakan peralatan safety. Life jacket misalnya,” bebernya.

Menurutnya, dari data BMKG sepekan ini, gelombang laut di selat Madura mencapai ketinggian 0,5 hingga 2 meter. Selain itu, untuk angin mencapai 5 sampai 20 knot mengarah ke timur dan tenggara. Dengan gelombang dan angin yang bertiup saat ini, Polairud Polres Probolinggo kerab menggelar patroli. Patroli digelar di sekitar perairan Probolinggo.

Selain memberikan imbauan kepada nahkoda kapal, Slamet juga mewanti wanti agar kapal penyeberangan tidak berlebihan memuat penumpang. “Kami khawatir dengan penumpang yang berlebihan ditambah dengan angin yang cukup kencang, maka terjadi hal yang tak diinginkan,” tambahnya.

Apalagi, beberapa hari sebelumnya satu kapal milik nelayan di kecamatan dringuterseret arus hingga ke tengah. Selain itu juga ada kapal nelayan yang tergelam di perairan Kalibuntu. Hal ini terjadi karena gelombang  serta cuaca buruk terjadi di perairan probolinggo. “Meski tidak sampai ada korban jiwa, cuaca buruk tetap perlu diwaspadai,” bebernya. (rpd/fun)