Cekcok Perkara Limbah, Duel, Warga Kraton Ditangkap Polisi

EMOSI: Safi’i (kanan) didampingi petugas Polres Pasuruan Kota di depan sel di Mapolresta. Dia ditahan lantaran memukul seseorang gara-gara limbah. (Foto Satreskrim Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRATON, Radar Bromo – Gara-gara limbah, Safi’i harus mendekam di penjara. Pria 47 tahun itu diamankan petugas Polres Pasuruan Kota lantaran menganiaya Mahuri, 33, warga Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Aksi brutal yang dilakukan warga Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, itu terjadi pada 7 Maret. Ketika itu, Safi’i mendapati Mahuri sedang mengambil limbah di sekitar Desa Curah Dukuh. Ia pun melabrak Mahuri dan memintanya berhenti mengambil limbah.

“Terlapor ini bermaksud menghentikan aktivitas korban yang sedang mengambil limbah di sana,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Kota Ipda Hajir Sujalmo.

Tentu saja Mahuri tidak terima. Sehingga, adu mulut antara Safi’i dengan Mahuri pun terjadi. Mereka bertengkar hingga mengundang perhatian warga sekitar. Sebab, lokasi pembuangan limbah itu berada di tepian jalan.

Seorang warga bernama Yusuf lantas berusaha meredam perseteruan antara Safi’i dan Mahuri. Dia mengajak keduanya ke warung kopi milik Lawi, tak jauh dari lokasi itu. “Saksi mengajak keduanya untuk masuk ke warung, membicarakan persoalan baik-baik,” tambah Hajir.

Namun, belum sempat terbangun pembicaraan, Safi’i keluar dari warung. Dia lantas mengambil sebongkah batu dan memukulkannya ke Mahuri.

Tak berhenti di situ. Safi’i kian brutal. Dia kembali keluar untuk mencari potongan kayu dan memukulkannya ke Mahuri.

Seisi warung itu terhenyak. Mereka pun segera menghentikan aksi Safi’i. Sedangkan Mahuri terluka pada bagian kepala, pipi, dan lengan kirinya. Kasus itu kemudian dibawanya ke ranah hukum.

Safi’i pun diamankan polisi, Kamis (15/8). Pada penyidik, Safi’i mengakui, dirinya terpaksa memukul korban. Sebab, ia kesal dan tak bisa menahan emosi.

“Kami amankan hasil visum korban serta batu dan kayu yang digunakan oleh terlapor dalam kejadian ini. Terlapor kini ditahan untuk proses lebih lanjut,” imbuh Hajir.

Penyidik menerapkan pasal 170 KUHP terhadap Safi’i. Dia terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun. (tom/fun)