Awal Produksi Garam di Kab Pasuruan: Produksi Rendah, Harga Murah  

CUACA SEDANG BERSAHABAT: Petani garam di Bangil saat memanen hasil garamnya, beberapa waktu lalu. Di dua bulan awal masa produksi garam, tercatat produksi garam masih rendah. Selain itu, harga garam juga cukup murah. (Foto: Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo–Hingga 2 bulan masa produksi garam di Kabupaten Pasuruan, tercatat produksi garam masih jauh dari target yang ditetapkan. Dari target 15.555 ton, sampai Juli lalu tercatat masih mencapai 528,23 ton.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, di awal-awal produksi, hasil garam memang masih minim. Ini, lantaran biasanya proses persiapan tambak garam bisa memakan waktu hingga sebulan.

“Kemarin petambak memulai awal persiapan pada bulan Juni. Sehingga, di bulan Juli produksi memang masih tahap awal. Sehingga, tercatat hasil produksi sampai akhir Juli masih di angka 528,23 ton,” terangnya.

Diprediksi, tingginya produksi garam mulai terjadi pada Agustus. Sejauh ini, data hasil tambak masih dikumpulkan di lapangan. Sedangkan puncak musim produksi garam sendiri diperkirakan pada Oktober–November mendatang.

Kendati masih jauh dari target produksi garam yang mencapai 15.555 ton, Dinas Perikanan optimistis target tahun ini bisa tercapai. Hal itu berkaca pada capaian tahun lalu. Dari target 15.250 ton yang diusung, bisa tercapai 22.604 ton. “Tetap masih sangat tergantung cuaca. Namun, jika cuaca kemarau bagus, optimistis bisa mencapai target produksi,” terangnya.

Selain proses produksi yang masih lambat, hal lain yang juga harus jadi perhatian adalah rendahnya harga garam. Saat ini per kilonya, garam dihargai Rp 500. Padahal tahun lalu, masih di atas Rp 1.000. “Sebenarnya, harga ini masih cukup bagus dibandingkan 3 tahun lalu yang anjlok hingga Rp 350 per kilogramnya,” imbuhnya.

Menurut Slamet, harga garam sangat tergantung dari hukum pasar. Sehingga, dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan memang tidak bisa berbuat banyak untuk mengatur harga garam di pasaran. (eka/mie)