Polresta Probolinggo Perketat Pengamanan SPKT, Ada Apa?

MAYANGAN, Radar Bromo – Serangan terhadap anggota Polsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya, menjadi pelajaran berharga bagi jajaran kepolisian. Termasuk Polres Probolinggo Kota. Mengantisipasi kejadian serupa, Polres Probolinggo Kota memperketat pengamanannya.

Termasuk pemeriksaan terhadap pengunjung di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Rabu (21/8), di SPKT terlihat sejumlah petugas bersenjata dan didukung dengan peralatan pendukung lainnya. Seperti metal detector dan inspection mirror.

Setiap tamu harus melalui dua ring pemeriksaan. Ring pertama di portal dengan pemeriksaan barang bawaan, baik dengan metal detector dan pemeriksaan secara manual.

Setelah dari ring pertama, dilanjutkan dengan ring ke dua. Di sana setiap tamu akan diperiksa identitas serta tujuannya datang ke Mapolres. Setelah dinyatakan aman, petugas memberikan id card yang harus digunakan tamu selama berada di Mapolres.

Tak hanya itu, tamu yang menggunakan kendaraan roda empat juga diperiksa menggunakan inspection mirror. Setelah dinyataan aman, tamu yang menggunakan mobil dipersilakan masuk. Tapi, di dalam petugas akan kembali memeriksa kendaraannya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan sesuai SOP. Namun, belakangan ini masyarakat diberikan kelonggaran untuk mengunjungi mapolres. Tapi, rupanya dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, terjadilah kasus seperti di Polsek Wonokromo.

Alfian mengatakan, agar kasus serupa tidak terjadi, pihaknya kembali menerapkan aturan penjagaan sesuai SOP. “Bukannya kaku, sehingga membuat masyarakat takut untuk ke mapolres. Ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat dan petugas. Sebab, di sisi lain kami harus humanis dan di sisi lain juga harus tegas untuk melakukan penindakan,” ujarnya.

Disinggung mengenai adanya indikasi tindakan atau kelompok radikalisme dan potensinya, Alfian mengatakan, sejauh ini tidak ada indikasi kelompok radikalisme di Kota Probolinggo. “Hasil intelejen kami, tidak ada kelompok radikal di Kota Probolinggo. Bahkan, kami berikan jaminan keselamatan bagi sejumlah pelajar asal Papua yang ada di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Theresia, salah satu pengunjung yang hendak mengurus SKCK mengaku tidak merasa risih dengan adanya pemeriksaan ini. Menurutnya, dengan memperketat penjagaan, secara tidak langsung membuatnya tenang.

“Awalnya kaget, tapi saya rasa ini hal yang bagus. Dengan demikian kami merasa aman. Serta, dapat terhindar dari tindakan seperti yang ada di Surabaya (Polsek Wonokromo),” ujarnya.

Diketahui, Sabtu (17/8), Polsek Wonokromo, Polrestabes Surabaya, didatangi orang tak dikenal. Pengunjung yang berpura-pura membuat laporan polisi itu, mendadak mengeluarkan celurit dan menyerang polisi. Akibatnya, seorang anggota polsek harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena sabetan celurit. (rpd/rud)