Kejaksaan Kembalikan TKD Brumbungan Lor, Tetap Buru Terpidana Eks Kades

GENDING, Radar Bromo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo mengembalikan Tanah Kas Desa (TKD) Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Pengembalian tanah kas desa itu, dilakukan setelah kasus yang menyelimutinya berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

Penyerahan dilakukan di Kantor Kejari. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) setempat Novan Basuki Ariyanto dan diterima Kepala Desa Brumbungan Lor, Erik Wahyudi.

DISERAHKAN: Tanah lalu dikembalikan ke Erik Wahyudi selaku Kades Brumbungan Lor. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Saat dikonfirmasi setelah penyerahan, Kasi Pidsus mengatakan, penyerahan itu dilakukan setelah kasus penjualan TKD usai. Rohmad yang menjadi terdakwanya, sudah diputus bersalah. “Pelakunya telah diputus hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan penjara,” katanya.

Pihaknya berharap, pihak pemerintah desa segera mengajukan penggagalan hak milik atas tanah itu. Pengajuannya kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo. Sehingga status tanah itu kemudian menjadi hak pakai.

“Untuk tanah desa kan statusnya hak pakai. Dan ini karena telah dijual, menjadi hak milik. Untuk itu harus segera dilakukan pengurusan penggagalannya,” katanya.

Saat ini, tugas kejaksaan adalah melakukan penangkapan terhadap Rohmad selaku pelaku penjualan TKD. Pihaknya menetapkannya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kami masih mencari pelaku. Sebab, pelaku ini mulai awal sidang hingga inkracht tidak hadir alias in absentia. Kami masih akan berusaha mencari untuk pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Setelah dilakukan penyerahan, pihak kejaksaan dan pihat terkait menuju ke lokasi TKD. Mereka disana melakukan pencopotan bersama plang penyitaan yang dipasang oleh pihak kejaksaan.

Erik Wahyudi, Kades Brumbungan Lor saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya sangat senang ketika tanah itu dikembalikan. Setelah sekian lama dianggurkan, tanah itu akan digunakan sebagai lahan pertanian. “Tujuannya nanti untuk kemakmuran masyarakat. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Rohmad, ditetapkan menjadi tersangka. Itu lantaran dia menjual TKD Brumbungan Lor.

Rohmad tak pernah hadir dalam persidangan. Namun, persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya terus berjalan karena sidang dilakukan in absentia. Namun akhirnya sidang sudah memasuki babak akhir, setelah Rohmad diputus bersalah dan harus dihukum 5 tahun penjara. Meski buron, status Rohmad kini menjadi terpidana. (sid/fun)