Hari Ini Jembatan Pajarakan Diperbaiki, Rambu Jalur Alternatif di 4 Titik Dipasang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pelaksana perbaikan Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo mulai memasang rambu rambu petunjuk pengalihan arus. Ada empat titik yang dipasangi rambu-rambu tersebut. Mulai dari batas kota hingga di Kecamatan Kraksaan.

CEGAH KEMACETAN: Jalur alternatif yang disiapkan saat jembatan Pajarakan dibenahi. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo Rabu (21/8) sore, pihak pelaksana memasang rambu-rambu tersebut di pertigaan Semampir, Kecamatan Kraksaan. Selain memasang rambu penunjuk arah, mereka juga melengkapinya dengan peta jalur alternatif. Tujuannya agar masyarakat mudah untuk menemukan jalur tersebut.

Selain di Kraksaan, rambu petunjuk juga di pertigaan barat pabrik Sasa. Untuk di daerah itu, dikhususkan kendaraan pribadi yang hendak menuju ke Kraksaan. Sedangkan di pertigaan Ketapang dan Perempatan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, khusus kendaraan besar yang hendak ke Banyuwangi. Kendaraan itu diarahkan ke Jalur Lingkar Selatan.

M Rudi, pelaksana perbaikan jembatan Pajarakan mengatakan, pihaknya pada hari ini mulai dilakukan pembongkaran jembatan. Pembongkaran akan dilakukan pada pukul 10.00. Karena itu, ia memasang rambu agar saat perbaikan tidak terjadi kepadatan kendaraan. “Ada empat titik yang kami pasang. Yaitu mulai dari perbatasan kota sampai ke Kraksaan ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pemasangan rambu.

Menurutnya, sesuai dengan rapat yang dilakukan bersama kepolisian, jalur alternatif dimulai dari pertigaan Semampir. Diarahkan ke arah selatan menuju Condong. Kemudian diarahkan ke arah Utara menuju ke Pajarakan. Sedangkan yang dari arah barat, tepatnya dari arah Kota Probolinggo, kendaraan pribadi bisa melewati pertigaan Sasa ke Selatan hingga tembus Condong dan keluar di simpang tiga Semampir.

“Itu (jalur) sudah sesuai kesepakatan. Sehingga ketika nanti perbaikan dilakukan, tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.

Mengenai perbaikan, lantai jembatan akan dibenahi dan akan diganti. Tujuannya agar perbaikan jalan atau tambal sulam aspal bisa awet. “Ini sebenarnya tambal sulam. Hanya mengganti lantai yang rusak. Ada delapan titik yang akan diganti. Itu tersebar di dua lajur,” tandasnya. (sid/fun)