Draf RTRW Perlu Diperbaiki, Perlu Kaji Ulang Rencana Kawasan Industri

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kota Pasuruan, terus dimatangkan. Setelah mendapatkan banyak masukan dari DPRD, kini Pemkot masih menunggu penyempurnaan dokumen draf RTRW.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbangda) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengaku, sudah membuat draf tentang dokumen perubahannya. Beberapa waktu lalu, draf dokumen RTRW ini disampaikan ke DPRD Kota Pasuruan untuk mendapatkan pertimbangan.

Hasilnya, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditambahkan dalam perubahan RTRW. “Masih dalam penyempurnaan berdasarkan masukan saat pemaparan. Selanjutnya, dalam waktu dekat hasil penyempurnaan ini akan kembali disampaikan pada anggota dewan,” ujarnya.

Adri Joko menjelaskan, pihaknya belum bisa menyampaikan detail dari dokumen tentang perubahan RTRW. Sebab, saat ini masih berbentuk draf dan belum disahkan. Revisi ini baru bisa diketahui masyarakat usai diujipublikkan.

Namun, ia menyebut dalam revisi ini setiap kecamatan di Kota Pasuruan akan memiliki zonasi baru. Misalnya, sisi utara Kota Pasuruan yang akan dilewati Jalan Lingkar Utara (JLU), saat ini memang masih berupa tambak. Ke depan, jika JLU rampung dibangun, maka banyak perumahan dan perkantoran yang dibangun.

“Selama ini iklim usaha hanya berkembang di wilayah selatan. Namun, adanya revisi ini diharapkan terjadi pemerataan. Wilayah utara juga bisa menjadi usaha baru,” ujar Adri Joko.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi mengatakan, legislatif dan eksekutif sempat bertemu sekali dalam pembahasan terkait zonasi dalam revisi RTRW, Juni lalu. Pihaknya sempat mengajukan sejumlah usulan dan keberatan. Di antaranya, banyaknya lahan hijau yang beralih fungsi menjadi permukiman di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo.

Pihaknya berharap agar ada lahan abadi yang tidak boleh beralih fungsi. Lalu, zonasi pendidikan di Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, lokasinya dinilai kurang ideal. Sebab, banyak lahan permukiman. Pihaknya memberikan rekomendasi zona pendidikan bisa di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, karena keberadaan Yayasan Bayt Al Hikmah. “Memang di Tambakrejo ada Akademi Keperawatan dan IKIP. Cuma kurang ideal. Bisa juga di wilayah Sekargadung yang masih banyak lahan kosong,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKB ini mengaku, juga meminta Pemkot mengkaji ulang rencana kawasan industri di wilayah utara. Terutama di wilayah Blandongan dan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul. Sebab, lokasi ini dipenuhi tambak dan budi daya perikanan.

“Industri dan perikanan itu tidak bisa berjalan beriringan. Perikanan butuh air yang bersih, sementara industri malah mengeluarkan limbah. Kasihan warga setempat,” ujarnya. (riz/fun)