Balap Liar yang Meresahkan Warga Perlu Penanganan Khusus

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Aksi balap liar di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud), Kelurahan/Kecamatan Purworejo yang memakan korban jiwa pada Sabtu malam lalu (17/8), mendapatkan atensi dari DPRD Kota Pasuruan. Dewan berharap ada penanganan khusus, agar balap liar tak makin marak.

Bukan tanpa alasan mengapa perlu ada penanganan khusus. Sebab, hampir tiap Sabtu malam, balap liar digelar di tengah kota. Kondisi ini meresahkan masyarakat. Bukan tidak mungkin, balap liar ini menimbulkan efek domino. Misalnya masyarakat yang akan bermain hakim sendiri.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Mochamad Arief Ilham. Dia mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan aksi balap liar yang kerap terjadi setiap Sabtu malam. Sebab, aksi ini mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Tentunya, kami berharap agar aksi balap liar tidak terjadi kembali. Sebab, lokasi yang mereka gunakan itu ruas jalan Kota Pasuruan. Ini bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas,” ungkapnya.

Arief -sapaan akrabnya- meminta agar aksi balap liar ini segera mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Pasuruan dan bukan hanya mengandalkan pihak kepolisian. Sebab, balap liar ini sudah bukan hanya masalah kriminalitas, namun juga menyangkut ketertiban.

Ia berharap agar ada koordinator yang ditunjuk oleh Pemkot untuk mengatasi masalah ini. Koordinator ini bertugas melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat. Bahkan penanganan dianjurkan berbentuk penindakan.

Selain itu, Pemkot bisa melakukan pembinaan mulai dari kalangan pelajar. Tujuannya agar mereka tidak melakukan balap liar karena sangat membahayakan. Kelebihan mereka dalam hal ngebut-ngebutan bisa disalurkan melalui perlombaan dan kejuaraan.

“Perlu ada pembinaan yang terstruktur di kalangan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kalau memang ada pelajar yang memiliki bakat untuk ngebut-ngebutan, Pemkot bisa melakukan pembinaan padanya,” terang Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pasuruan ini.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengaku pihaknya belum mengetahui adanya aksi balap liar yang kerap terjadi di Kota Pasuruan. Namun, dalam waktu dekat, Dishub akan melakukan koordinasi dengan Satlantas Polresta Pasuruan.

“Kami tidak pernah menerima pengaduan dari masyarakat. Tentu informasi ini akan kami sampaikan pada pimpinan dahulu untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah lainnya. Dan pastinya koordinasi dengan satlantas juga,” pungkas Andri-sapaan akrabnya.

Aksi balap liar di Kota Pasuruan semakin meresahkan. Berulang kali mendapat razia dari Polresta Pasuruan, namun tidak kunjung membuat pelaku balap liar jera. Bahkan minggu dini hari (18/8), balap liar ini memakan korban jiwa. (riz/fun)