Wali Murid Tagih Seragam Gratis, Pemkot Tunggu P-APBD

KANIGARAN, Radar Bromo – Program seragam sekolah gratis yang dicanangkan Wali Kota Probolinggo, rupanya sudah ditunggu warga. Meski sejauh ini sejumlah warga telah membeli sendiri seragam untuk putra-putrinya.

Namun, sejumlah warga tetap berharap program tersebut segera terealisasi. Salah satunya diungkapkan oleh warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kholilah, 35. “Saya sudah beli seragam jadi. Soalnya kasihan anak kalau masih nunggu lama bahan seragamnya. Sedangkan teman-temannya sudah pakai seragam,” ujarnya.

Namun, Kholila mengaku, tetap menunggu bahan seragam yang dijanjikan Wali Kota. Itu, sebagai pengganti seragam yang sudah digunakan saat ini. “Bahan seragam itu nanti saya gunakan buat ganti seragam yang sudah saya beli kalau rusak. Apalagi, ini kan dapat bahannya, jadi dari ukuran tubuh anak juga tidak masalah,” ujarnya.

Kholilah mengatakan, untuk usia anak-anak pertumbuhan juga cukup cepat. Sehingga, paling tidak ada bahan untuk persiapan ganti seragam. Namun, program seragam ini juga masih menunggu selesainya pembahasan Perubahan APBD 2019. Sebab, untuk kegiatan seragam dianggarkan melalui P-APBD.

“Rencana awal selain seragam akan mendapatkan sepatu dan tas. Namun, akhirnya diputuskan hanya seragam karena untuk tas dan sepatu perlu menyesuaikan ukuran siswa,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin usai rapat paripurna di DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (16/8).

Pemberian seragam ini juga bukan berupa baju jadi. Melainkan berupa kain seragam, sehingga wali murid bisa menjahit bahan tersebut. “Jika menjahit sendiri diharapkan bisa menyesuaikan dengan ukuran siswa. Namun, kebijakan ini juga harus menunggu pembahasan P-APBD 2019. Karena pengadaan seragam dianggarkan melalui P-APBD,” ujarnya.

Politisi PKB ini berharap proses pembahasan P-APBD bisa segera dituntaskan. Sebab, jika tidak sesuai harapan, program yang telah disiapkan terancam tidak bisa berjalan. (put/rud)