Tak Ideal, Petugas Sipir di Lapas Pasuruan Harus Kerja Ekstra

PURWOREJO, Radar Bromo – Petugas jaga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pasuruan, masih belum ideal. Lapas di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, itu hanya memiliki 32 personel keamanan atau sipir.

Jumlah mereka tak sebanding dengan kapasitas minimal hunian yang dapat menampung 250 orang. Sedangkan, hunian Lapas saat ini terbilang overcrowded. Jumlah narapidana dan tahanan yang ada di atas 600 orang. Idealnya, seorang petugas bisa mengawasi sekitar 20 warga binaan.

Dari puluhan personel yang ada saat ini, dibagi dalam empat shift. Setiap shift terdiri atas enam personel jaga dan dua personel jaga pintu. “Kami harus bekerja lebih ekstra dalam hal pengamanan. Karena kondisinya memang seperti ini, belum ideal,” ujar Kepala Pengamanan Lapas Afan Sulistiono.

Di samping mengawasi warga binaan, petugas juga diharuskan memantau sejumlah titik rawan di dalam Lapas. Dalam Permenkumham Nomor 33/2015 tentang Pengamanan Lapas, disebutkan beberapa titik rawan. Seperti dapur, gudang genset, gudang senjata, dan bengkel kerja.

Afan mengatakan, salah satu upaya untuk memperketat keamanan dengan memperbanyak kegiatan. Menurutnya, bila warga binaan disibukkan dengan berbagai kegiatan, kemungkinan adanya resistensi akan berkurang. “Selain menambah kegiatan, kami juga selalu mengutamakan pendekatan yang lebih soft,” ujarnya.

Sehingga, dipastikan tidak terjadi ketegangan antara warga binaan dengan petugas. Kurangnya jumlah petugas ini juga telah diusulkan agar Kemenkum-HAM menambah personel. Usulan itu telah disampaikan akhir tahun lalu. Namun, belum disetujui. (tom/fun)