Diduga Sopir Kelelahan, Pikap-Truk Adu Moncong di Tegalsiwalan  

RUSAK PARAH: Pikap yang dikemudikan M. Jaisun Nafik rusak parah setelah bertabrakan dengan truk di Jalan Raya Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Senin (19/8). (Istimewa)

Related Post

TEGALSIWALAN, Radar Bromo– Kecelakaan terjadi antara pikap dan truk bermuatan jeruk di Jalan Raya Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, kemarin (19/8). Syukur, tak ada korban jiwa. Namun, adanya kejadian ini membuat arus lalu lintas sempat macet.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.30. Saat itu sebuah pikap bernopol S 9776 WE melaju dari utara. Pikap tanpa muatan ini dikemudikan oleh M. Jaisun Nafik, 43, warga Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan penumpang Khomsin dan Farid Zahrulloh.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), diduga Jaisun kurang konsentrasi karena kelelahan. Sehingga, laju kendaraannya tak terkendali dan oleng ke kanan jalan. Nahas, dari arah berlawanan melaju truk bermuatan jeruk bernopol P 8319 UY.

Truk itu dikemudikan oleh Deni Mega Saputra, 21, warga Kelurahan Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kota Madiun. Dua kendaraan ini pun adu moncong. “Pikap itu dari utara, hilang kendali dan oleng ke kanan. Lalu menabrak truk bermuatan jeruk yang melaju dari selatan,” ujar warga Desa Malasan, Jatim, 43.

Akibatnya, pikap itu ringsek. Syukur, pengemudinya hanya luka ringan. Dia terluka pada pelipis kanan, pipi kanan, dan lengan kanan. Dua rekannya shock. Sedangkan, truknya hanya tergores di bagian depan. Sopir juga tak terluka. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Leces untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Ipda Nyoman Harayasa mengatakan, kecelakaan di sekitar Pertigaan Malasan itu merupakan kejadian yang kesekian kali. “Kami dapat laporan kemudian personel segera melakukan oleh TKP. Tidak ada korban jiwa, namun pikapnya ringsek di bagian depan,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan diduga karena sopir kelelahan. Sehingga, berpengaruh pada konsentrasi sopir ketika mengemudikan kendaraannya. “Sebaiknya sopir beristirahat dulu kalau merasa capai agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya. (ar/rud)