Pantas Mahal, Luas Area Tanam Cabai Rawit Menyusut

TAK SEHAT: Tanaman cabai petani Kota Probolinggo, terlihat layu. Tahun ini luas areal tanam cabai rawit di Kota Probolinggo, jauh lebih sedikit dibanding tahun kemarin. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Faktor cuaca sangat berdampak terhadap sektor pertanian. Termasuk di Kota Probolinggo. Karenanya, tahun ini luas areal tanam cabai rawit di Kota Probolinggo turun drastis.

Menyusutnya areal tanam cabai rawit ini sangat berpengaruh terhadap harganya. “Kondisi cuaca di Kota Probolinggo berpengaruh pada luas area tanaman cabai rawit. Sejak 2017, luas area tanam cabai berkurang,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo Yudha Hartanto, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data DPKP Kota Probolinggo, pada 2017 terjadi musim hujan antara Januari sampai Juli. Namun, saat itu luas areal tanam cabai rawit mencapai 43 hektare. Areal yang tersebar di Kecamatan Kedopok dan Kecamatan Wonoasih, itu menghasilkan cabai 1,7 ton.

Pada 2018, luas areal tanam cabai rawit hanya 19 hektare, namun mampu menghasilkan cabai sampai 2,6 ton. Areal tanam ini juga berada di Kecamatan Kedopok dan Kecamatan Wonoasih. Saat itu, cabai ini hanya dilanda hujan selama Januari.

Tahun ini, luas area tanam cabai hanya 10 hektare di wilayah Kecamatan kedopok. Sejauh ini, hasil panennya belum diketahui karena masih awal masa tanam. “Hasil panen 2018 lebih besar dibanding 2017, meski luas areanya lebih besar 2017. Ini karena faktor cuaca,” ujar Yudha.

Menurutnya, pada 2018, pendeknya durasi hujan membuat tanaman cabai rawit menghasilkan buah yang lebih banyak. Sebaliknya, pada 2017 hujan sering mengguyur membuat pertumbuhan tanaman cabai rawit tidak maksimal.

Diketahui, belakangan ini harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kota Probolinggo, melambung. Pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah harganya mendapai Rp 90.000 per kilogram. Namun, sehari setelahnya turun menjadi Rp 80.000 per kilogram. (put/rud)