Lari dari Razia Balapan Liar, Remaja asal Gondang Wetan Tewas

GONDANG WETAN, Radar Bromo-Aksi balap liar di Kota Pasuruan kian meresahkan. Berulang kali dirazia, para pelakunya tak kunjung jera. Bahkan, Minggu (18/8) dini hari, balap liar ini memakan korban.

Lukman Hakim, 19, tewas setelah lari menghindari razia balapan liar yang dilakukan Polresta Pasuruan. Warga Dusun Rojogunting, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondang Wetan itu bertabrakan dengan motor.

Peristiwa ini terjadi pukul 02.30. Dini hari itu, Lukman lari dari razia balapan liar di Jalan Panglima Sudirman. Dia kabur dengan mengendarai motor Yamaha MX warna hijau nopol N 4728 TT.

Namun, dia berkendara dengan melawan arus lalu lintas. Ia melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan/Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Selanjutnya, Lukman berbelok ke barat dengan tujuan ke utara.

Saat itulah, motor Lukman bertemu dengan motor nopol  RX King warna hitam nopol N 3117 RT. Motor itu dikemudikan Ikramullah, 26, anggota Yon Zipur 10. Ikramullah melaju dari utara ke selatan.

Kontra antara keduanya pun tidak terhindarkan. Lukman mengalami luka memar pada bagian kepala, luka babras pada perut dan luka robek di betis kanan.

Ia tewas di lokasi kejadian. Sementara motor miliknya mengalami kerusakan. Antara lain, setir patah dan body pecah dan jok lepas. Kerugian ditaksir mencapai Rp 500.000.

Sedangkan Ikramullah mengalami luka berat. Dia luka memar pada kepala dan pelipis kanan. Juga luka memar pada punggungnya.

Motornya mengalami kerusakan juga. Yaitu, skok depan patah dan lampu pecah. Kerugiannya juga ditaksir Rp 500.000.

Kanit Laka Satlantas Polresta Pasuruan, Iptu Ahmad Jayadi membenarkan kecelakaan di Jalan Panglima Sudirman, minggu dini hari. Dari hasil olah TKP dan saksi diketahui, kecelakaan terjadi karena Lukman tidak memperhatikan rambu.

“Pengemudi Yamaha MX ini tidak menaati rambu yang ada. Ia melaju di jalur yang berlawanan. Akibatnya, terjadi kontra dengan kendaraan yang berjalan di lajur itu,”ungkapnya.

Ayah korban, Zainuddin mengungkapkan, habis isya Lukman bekerja menjadi buruh bangunan di rumah Akhyar, tetangganya. Malamnya sekitar jam 22.00, ia istirahat dan mandi.

Setelah itu, ia pamit ke orang tuanya untuk pergi ke rumah seorang temannya di Desa Kalirejo. Sementara Zainuddin tidur setelah menutup warung kopi miliknya, pukul 23.00.

Namun, sekitar pukul jam 03.00, ia dibangunkan oleh keponakannya, Ikhwan. Dia diberitahu bahwa Lukman mengalami kecelakaan dan dirawat di RSUD dr. R Soedarsono Kota Pasuruan.

Zainuddin berangkat bersama istrinya, Siti Uswatun Hasanah ke RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan. Namun, ternyata saat tiba di rumah sakit, Lukman sudah tidak bernyawa.

Saat itu juga, jenazah lukman dibawa menggunakan ambulans desa. Dia dimakamkan di pemakaman umum setempat, sekitar pukul 11.00.

Zainuddin mengaku, ia menerima informasi bahwa Lukman sedang menonton balapan liar. Ia nonton dengan seorang temannya. Mereka berboncengan  naik motor ke Jalan Panglima Sudriman, lokasi balapan liar.

Tak lama kemudian, ada polisi melakukan operasi. Karena panik, Lukman pun berusaha melarikan diri. Namun ia menemukan ternyata teman yang diboncengnya itu tidak ada di jok belakang.

Ia pun memutar kembali untuk mencari temannya. Saat itulah, Lukman menabrak motor RX King.

“Anak saya ini tidak ikut balapan liar. Cuma sekedar menonton. Saat itu, tiba tiba ada polisi datang. Otomatis kendaraan berhamburan. Karena  mencari temannya, ia kembali dan menabrak motor lainnya,”pungkas Zainuddin. (riz/hn)