Kanker Payudara, Penjual Tahu asal Dringu Ditemukan Meninggal  

LEBIH TIGA HARI: Jenazah korban Emilia Yulia Iswanti dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk diotopsi. Diduga, korban meninggal sudah lebih dari tiga hari. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU- Lebih dari tiga hari tidak kelihatan, Emilia Yulia Iswanti, 62, ditemukan meninggal di rumahnya, Jumat (16/8). Perempuan yang tinggal sendirian itu, diduga meninggal lantaran sakit kanker payudara yang dideritanya selama ini.

Korban akhirnya ditemukan meninggal setelah warga sekitar curiga. Mulanya, warga di Perumahan Pondok Pabean Indah, Kecamatan Dringu, tempat korban tinggal, mencium bau tak sedap.

Warga pun berupaya mencari sumber aroma tersebut. Sampai akhirnya, bau itu mengarah ke kediaman perempuan yang saban harinya berjualan tahu keliling tersebut.

Korban sendiri, sudah tiga hari tidak keluar rumah. Sehingga, warga sekitar mulai curiga. Mereka khawatir, terjadi sesuatu pada korban.

Untuk memastikan kondisi korban, warga pun berupaya masuk ke rumah korban. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap.

Melihat kondisi tersebut, warga tidak ada yang berani mendekat. Warga langsung menghubungi pihak desa dan diteruskan ke Polsek Dringu.

“Jadi, tetangganya menghubungi kasun. Selanjutnya kasun menghubungi saya. Dan saya teruskan ke pihak Polsek Dringu,” beber Bambang Susilo, kepala Desa Dringu.

Tak lama kemudian, petugas Polsek Dringu dan tim inavis Polres Probolinggo tiba di lokasi. Jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Moh Saleh untuk diotopsi.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya luka luar pada tubuh korban. Namun, salah satu payudaranya membesar atau bengkak. Diduga korban meninggal lantaran sakit kanker payudara yang dideritanya.

Kanit Reskrim Polsek Dringu Bripka Fajar menegaskan, sejumlah tetangga korban menerangkan bahwa korban sakit kanker payudara. “Dari keterangan para tetangga, memang perempuan yang tinggal sendiri ini sakit kanker payudara,” tuturnya.

Diduga, korban sudah lebih dari tiga hari meninggal. Sebab, sebagian tubuhnya mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Petugas lantas menghubungi pihak keluarga yang berada di Surabaya. “Kami sudah menghubungi pihak keluarga yang ada di Surabaya. Saat ini keluarga dalam perjalanan menuju rumah sakit,” pungkasnya. (rpd/hn)