Sewa Tanah Kas Desa Warujinggo Diprotes Warga usai Ada Pergantian Pj Kades

LECES, Radar Bromo – Kekosongan jabatan kepala desa ikut mempengaruhi pelayanan. Begitu juga dengan kebijakan. Seperti yang terjadi di Desa Warujinggo, Kecamatan Leces. Kekosongan jabatan kades yang sudah berjalan hampir setahun, membuat sebagian warga protes akan kebijakan Pejabat (Pj) kades atas sewa lahan tanah kas desa (TKD).

Protes itu muncul, tatkala ada sebagian warga yang sudah terlanjur membayar sewa TKD, kepada Pj Kades yang sebelumnya dijabat oleh Romli. Masalah muncul tatkala Romli yang menjabat Pj, posisinya digantikan oleh Hendro. Nah, saat peralihan PJ kades ini, penyewa lahan TKD diminta untuk kembali membayar uang sewa.

Alhasil, penyewa TKD merasa keberatan. Pasalnya, saat di era Romli menjabat Pj Kades, mereka sudah membayar uang sewa TKD selama setahun. Apalgi, saat ini TKD yang disewa, sedang ditanami untuk pertanian. Sementara, warga yang sudah menyewa, didatangi Pj kades yang baru, untuk segera mengembalikan tanah.

“Sudah dua hari ini Pj Kades baru datang ke rumah saya membicarakan perihal ini, dan menyuruh saya untuk hadir ke kantor desa” ungkap Bambang, salah satu penyewa TKD, saat ditemui kemarin (15/8). Bambang sendiri mengaku, dia baru meggunakan lahan TKD selama 5 bulan. Padahal saat menyewake Pj Kades, waktu yang diberikan ke dia lamanya satu tahun untuk penyewaan.

Bambang bercerita, adapun TKD di Warujinggo, total luasnya sekitar 5 hektare. Nah, lahan itu sebagian disewa oleh Bambang bersama lima warga lainnya. Rinciannya, Karim 4,5, H Abu 8 iring, Endang 1 iring, Bambang 2 iring, dan Samin 2 iring. (satu iring luasnya seperempat hektare). Sementara sisa 8 iring, digunakan oleh Romli yang merupakan Pj kades Warujinggo.

Di tengah jalan, posisi Romli yang menjabat Pj Kades, digantikan oleh Hendro. Saat itulah penyewa TKD, mengaku diminta untuk menyerahkan TKD. Warga yang menyewa, akhirnya mengeluh dan sempat protes. Hingga akhirnya, insiden ini dilaporkan ke Kecamatan Leces.

            Polemik penyewaan TKD di Warujinggo, akhirnya terdengar oleh Kecamatan Leces. Dan kemarin, pihak kecamatan Leces turun ke lapangan untuk menggelar proses mediasi. Adapun mediasi juga dihadiri oleh Romli selaku Pj Kades lama, dan Hendro selaki Pj Kades baru. Mediasi digelar secara tertutup.

Didatangi selesai mediasi, Budi S selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Leces menyampaikan, hasil dari mediasi menyepakati bahwa penyewa akan diberi waktu sampai lahan yang telah ditanami selesai panen. Jika panen selesai, maka TKD harus dikembalikan kepada Pj yang baru.

Dalam mediasi, warga yang menyewa juga sempat sempat meminta ganti rugi terhadap Romli. “Namun, saat mediasi digelar, Romli mengatakan, dia tidak memiliki uang untuk ganti. Hanya ada lahan TKD yang sedang ditanami jagung seluas 2 hektare. Dan ketika lahan jagung yang ditanaminya panen, nantinya akan dibagikan kepada setiap orang yang menyewa sebagai pengganti ganti rugi,” ujarnya.

Budi menambahkan, mediasi yang digelar kecamatan juga merupakan solusi. Sebelumnya, pihak kecamatan mendapat laporan soal polemik sewa TKD di Warujinggo. Sehingga pihaknya turun untuk mencari kejelasan perkara. “Ada laporan masuk. Jadi. kami memutuskan untuk turun ke desa. Setelah  melakukan mediasi,tidak ada yang menyalahi aturan. Seperti, masa sewa lebih dari tahun,” ujar Budi S.

Ia juga menambahi, akar dari masalah ini disebabkan, TKD yang disewakan Romli, sudah beralih saat ada Pj Kades yang baru yakni Hendro. Namun setelah ada mediasi, semua warga yang enyewa akhirnya menerima.

“Memang ada pihak yang keberatan, seperti Bambang. Yang memberatkan pengembalian tanah TKD. Yang mungkin disebabkan oleh tanaman yang ada di lahan TKD sedang bagus. Namun, sudah sudah paham bahwa kejadian ini memang murni tidak disengaja,” imbuhnya.

Mediasi yang berlangsung sekitar satujam, berlanjut kepada pengecekan TKD sekitar pukul 11.30. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui lahan mana saja  yang sedang  ditanami, dan jenis tanaman apa saja. Penegecekan oleh pihak Kecamatan, dikuti Pj baru, Pj Lama, serta para penyewa. (mg1/fun)