Harga Pakan Lele Mahal, Pembudidaya di Probolinggo Gelisah

GENDING, Radar Bromo – Pembudi daya perikanan ikan air darat jenis lele di Kabupaten Probolinggo, kini dibuat cemas. Pasalnya, belakangan ini harga pakan ternak yang melesak naik. Sehingga pengaruhnya, keuntungan yang diterima oleh petani lele kian menipis.

Keresahan itu salah satunya diungkapkan Achmad, 50, petani lele yang asal Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar. Petani yang sudah menggeluti usaha budidaya lele sejak tiga tahun lalu ini mengaku keuntungan yang diterimanya kian menipis sejak pakan lele pabrikan mengalami kenaikan. Kenaikan pakan terasa sejak lima bulan terakhir.

“Pakan lele pabrikan sekarang berkisar Rp 308 ribu. Dulunya harga pakan berkisar Rp 290 ribu, jadi mengalami kenaikan Rp 18 ribu per-sak nya,” ujarnya.

Dampak dari kenaikan harga ini, membuatnya harus pintar memutar otak agar usahanya bisa tetap berjalan dan tetap menghasilkan keuntungan. “Saya harus bisa mengatur pemberian makan untuk lele agar biaya pakan tidak membengkak. Akhirnya saya menyiasati dengan mengkombinasikan pakan pabrikan dengan jeroan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedi Isfandy mengatakan,  harga pakan memang kebijakan perusahaan yang memproduksi pakan, karena berhubungan dengan biaya operasional. Pihaknya telah menyarankan agar petani lele perlahan mengganti pakan lele pabrikan dengan pakan lele yang diproduksi secara mandiri, oleh produsen pakan lele lokal Probolinggo.

“Sebenarnya, petani lele bisa mensiasati pakan lele dengan menggunakan pakan yang diproduksi secara mandiri  oleh produsen lokal,” ujarnya.

Setidaknya telah ada 14 produsen pakan lele lokal yang tersebar di Probolinggo. Setidaknya ada 7 Produsen di Kecamatan Sumberasih, 3 di Kecamatan Leces, 1 di Kecamatan Gending, 1 di Kecamatan Pajarakan, 1 di Kecamatan Gading, dan 1 di Kecamatan Maron.

“Produsen pakan mandiri yang tersebar itu sudah mengikuti pelatihan dan hasil produksinya sudah sesuai dengan standar operasional,” ujarnya.

Komposisi pakan sudah masuk kategori layak untuk diberikan kepada lele. Harganya pun sekitar Rp 5–7 ribu lebih murah dibanding pabrikan yang harganya sekitar Rp 11–12 ribu perkilognya. “Dilihat dari segi harga sudah lebih murah, namun memiliki kualitas pakan hampir sama. Jelas ini lebih menguntungkan bagi petani lele,” jelasnya. (ar/fun)