Duo Pembobol Rumah-Penadah Barang Curian di Gempol Dibekuk  

BANGIL, Radar BromoAksi pembobolan rumah di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada 19 Juni lalu, akhirnya terungkap. Saat ini polisi telah membekuk seorang pelaku dan penadahnya.

Pelaku bobol rumah yang ditangkap itu adalah Budiono, 45, warga Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Ia merupakan seorang residivis kasus bobol rumah di wilayah Mojokerto.

Sementara rekannya yang menjadi penadah hasil kejahatannya adalah Slamet, 35, warga Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kanitbuser Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, kedua tersangka ditangkap Senin (12/8). Dari laporan polisi, Budiono tidak sendirian. Ia bersama rekannya, Y, yang kini masih buron. Mereka menyatroni rumah Suroyo, 44, warga Kejapanan, Kecamatan Gempol.

Keduanya melancarkan aksi pencurian itu dengan lewat area persawahan, belakang rumah korban. Keduanya berbagai peran. Tersangka Y berperan masuk rumah korban. Sementara Budiono mengawasi situasi.

“Tersangka masuk rumah dengan cara merusak kunci pintu belakang rumah,” kata Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima.

Di dalam rumah itulah, tersangka mengobok-obok rumah korban. Ia mengambil sejumlah barang korban. Mulai dari handphone, tas selempang, serta beberapa emas. “Setelah itu, mereka kabur dan menjual handphone itu ke Slamet seharga Rp 150 ribu,” sampainya.

Korban baru mengetahui rumahnya dibobol sekitar pukul 04.30. Mendapati handphone dan barang-barang berharganya raib, korban kemudian melaporkannya ke polisi. Dari laporan itulah petugas melakukan tindak lanjut.

Petugas melacak HP korban. Hingga akhirnya, berhasil menangkap Slamet di rumahnya. Dari Slamet itulah, didapati nama tersangka Budiono. Ia pun ditangkap setelahnya.

Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan, tersangka ternyata bukan hanya sekali ini berurusan dengan hukum. Budiono pernah dua kali masuk penjara gara-gara kasus bobol rumah di Mojokerto. Sementara Slamet, juga pernah masuk penjara dua kali, gara-gara curanmor di wilayah sama, Mojokerto.

Karena  ulahnya itulah, tersangka Budiono disangkakan melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara. Sementara Slamet, disangkakan melanggar pasal 480 KUHP tentang Penadahan. Ia terancam hukuman 5 tahun penjara. (one/mie)