Terkendala Cuaca Produksi Budi Daya Ikan Baru Capai 12 Persen di Triwulan Kedua

ANGKAT JALA: Pembudi daya ikan bandeng di kawasan Kepel, saat berada di lahan tambaknya. Tahun ini budidaya ikan air darat ditargetkan mencapai 18.700 ton. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGULKIDUL, Radar Bromo – Produksi budidaya ikan di Kota Pasuruan belum mencapai separo dari target yang ditentukan. Hal itu diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Imron Rosadi menyampaikan produksi ikan budidaya tahun ini ditarget sebanyak 1.870 ton. Jumlah itu didapat dari berbagai jenis hasil budidaya.

Mulai dari budidaya air tawar seperti lele dan nila. Hingga budidaya air payau seperti bandeng, udang vaname, rumput laut, dan kepiting. Lokasi budidayanya tersebar.

“Kalau budidaya tawar hanya di Gadingrejo. Sedangkan budidaya air payau lebih banyak lagi. Di Blandongan, Kepel, Tapaan, dan sebagian di Mandaranrejo serta Gadingrejo,” ungkap Imron.

Memasuki triwulan kedua tahun ini, tingkat produksi budidaya itu masih terbilang minim. Yakni baru mencapai 236 ton. Artinya, hasil produksi masih sekitar 12 persen dari target yang ditentukan.

“Kendalanya lantaran cuaca ekstrem. Transisi musim hujan ke kemarau disertai cuaca ekstrem. Ini berkibat rendahnya produksi budidaya. Terutama budidaya air tawar,” ujar dia.

Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis produksi budidaya yang dihasilkan pada tahun ini bisa memenuhi target. Sebab, cuaca selama sisa masa panen pada akhir tahun nanti cenderung lebih stabil. Disamping itu, pemerintah juga tetap berupaya agar produksi budidaya sesuai dengan target.

“Upaya kami melakukan pembinaan budidaya baik untuk air tawar maupun air payau. Jadi kami tetap optimistis target akan terpenuhi, bahkan harapannya melampaui target,” tandas Imron. (tom/fun)