Sering Dirazia, PKL di Jalan Cokro-Siaman Tak Keder

DITERTIBKAN: Sejumlah anggota Satpol PP Kota Probolinggo menertibkan pedagang buah di Jalan Prajurit Siaman, Kota Probolinggo, kemarin. Namun, sejumlah pedagang mengaku akan tetap berjualan di sana. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Sering dirazia Satpol PP, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Prajurit Siaman Kota Probolinggo, tidak keder. Bahkan, mereka mengaku akan tetap berjualan seperti biasa di tempat yang sama. Alasannya, mereka tidak memiliki tempat lain untuk berjualan.

Karenanya, mereka meminta Pemkot mencarikan tempat berjualan. Serta, tidak hanya mengusir pedagang dan tidak mencarikan solusi. Hal ini diungkapkan sejumlah pedagang buah dan kerupuk ketika dirazia Satpol PP, kemarin (14/8).

Salah seorang penjual buah di Jalan Prajurit Siaman, Nur Huda mengaku, akan terus berjualan di lokasi yang sama meski sering ditertibkan petugas. Ia mengaku tidak masalah meski sebagian dagangannya dibawa Satpol PP. “Kami akan tetap berjualan di sini. Sebab, kami tidak punya tempat lain,” ujarnya.

Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ini mengaku tidak gentar meski dioperasi lagi. “Seharusnya tidak hanya dioperasi. Tapi, carikan tempat agar kami tidak berjualan di sini lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sri Atmina, 53, salah seorang penjual kerupuk. Warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu mengaku juga tidak akan pindah. Alasannya, sama. Tidak memiliki tempat lain. “Jangan hanya bisa melarang kami berjualan. Carikan tempat sebagai solusinya. Kayak Pemkot Surabaya. Sebelum ditertibkan, Wali Kota Risma sudah menyediakan tempat,” ujarnya.

Ia mengaku, berjualan di Jalan Prajurit Siaman karena sudah tidak kuat untuk berkeliling menjual kerupuknya. Sebagai solusi, ia menetap berjualan di Jalan Prajurit Siaman. “Dulu saya keliling. Sekarang jualan di sini. Karena tidak kuat lagi untuk mutar-mutar. Kami sudah tua dan suami saya tidak bisa kerja karena penglihatannya terganggu,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengaku, tidak takut dengan ancaman pedagang. Pihaknya akan terus menertibkan mereka yang berjualan di tempat terlarang, seperti di pinggir jalan. “Kami tetap akan menertibkan mereka, apapun ancamannya. Soal solusi tempat berjualan, itu bukan ranah kami. Itu domainnya DKUPP,” ujarnya. (rpd/rud)