Pembantu yang Mau Bunuh Diri di Cokro Perlu Diperiksa Ahli Kejiwaan

MAYANGAN, Radar Bromo– Kasus dugaan penyekapan dan percobaan bunuh diri yang dilakukan Husni Thamrin, 36, terus didalami penyidik Polres Probolinggo Kota. Kamis (15/8), warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, itu dimintai keterangan penyidik.

Penyidik juga memanggil kakak kandungnya, Zainul Arifin, 41. Sebab, penyidik kesulitan ketika meminta keterangan Husni. Dia diduga mengalami keterbelakangan mental serta tunarungu dan tunawicara.

Waka Polres Kompol Imam Pauji mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, percobaan bunuh diri itu bukan berlatar belakang asmara. Tapi, karena dimarahi juragannya, Nurhasanah, 51. Malam itu, Nurhasanah menegur Husni karena mengadu kepada orang tuanya, kalau dirinya sering keluar malam.

Baca Juga: Diduga Cemburu, Pembantu Sekap Majikan di Cokro, lalu Coba Bunuh Diri

Mendapat laporan seperti itu, orang tuanya menegur Nurhasanah. Dituduh seperti itu, Husni mengambil pisau dan hendak menusuk tubuhnya sendiri. “Apa yang dilakukan Husni untuk meyakinkan majikannya kalau dia tidak melapor,” ujarnya.

Husni melakukan itu karena kesulitan meyakinkan majikannya. Namun, Nurhasanah malah melapor kepada tetangganya. Karena banyak orang, Husni ketakutan dan sembunyi di kamar. Ketika didekati polisi, Husni juga mengancam bunuh diri. “Akhirnya, kami berhasil mengamankan Husni meski sedikit kesulitan,” ujar Imam.

Soal proses hukumnya, Imam mengaku perlu menunggu hasil tes kejiwaannya. Rencananya, dia akan dibawa ke psikiater di Malang. Karenanya, sampai kemarin dia masih diamankan di Mapolresta.

Baca Juga: Usai 2,5 Jam, Pembantu yang Coba Bunuh Diri Diamankan

Sedangkan, Zainul Arifin mengaku tidak punya uang untuk memeriksakan adiknya. Karenanya, ia meminta adiknya tak perlu diperiksa. “Uang dari mana saya. Kalau kami yang nanggung, nggak sanggup. Jadi, gak usah diperiksa. Dari kecil memang sudah mengalami keterbelakangan seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, percobaan bunuh diri itu sebagai bentuk sumpah jika Husni tak melakukan seperti yang dituduhkan. Tapi, karena majikanya ketakutan, sehingga salah paham. “Dia ingin membuktikan kalau tidak melakukan hal yang dituduhkan,” ujarnya.

Sedangkan, Nurhasanah membenarkan sempat disekap Husni. Ia berhasil kabur dari kamar setelah penbantunya itu melihat warga yang berkerumun di depan rumahnya di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Namun, informasi yang menyebut aksi nekat yang dilakukan Husni karena cemburu, dibantah. Menurutnya, Husni yang sudah 6 bulan ikut dirinya dan tinggal di rumahnya sudah dianggap anak sendiri. “Saya tidak punya hubungan asmara dengan dia,” ujarnya.

Menurutnya, Husni marah karena ulah Sakur, teman Nurhasanah yang sama-sama mengajar di SDN Kanigaran 3. Yakni, menuding Husni pernah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Nurhasanah.

“Sakur bilang kalau saya yang cerita ke dirinya. Sejak peristiwa itu, Husni marah ke saya. Sudah saya jelaskan, kalau itu hanya bergurau. Tapi, dia tidak percaya,” ujar Nurhasanah. (rpd/rud)