DKUPP Usulkan Tempat Baru untuk Relokasi PKL Cokro-Siaman

DITERTIBKAN: Sejumlah anggota Satpol PP Kota Probolinggo menertibkan pedagang buah di Jalan Prajurit Siaman, Kota Probolinggo, kemarin. Namun, sejumlah pedagang mengaku akan tetap berjualan di sana. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Banyaknya PKL yang berjualan di pinggir jalan di Kota Probolinggo, sejatinya sudah lama menjadi perhatian Pemkot. Sebab, keberadaan mereka selain menyalahi aturan, juga sering mengganggu arus lalu lintas. Karenanya, Pemkot berusaha merelokasi mereka.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi mengaku, pihaknya tengah mencari tempat untuk pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan tempat terlarang. “Kami rapat dengan Bagian Aset dan Sekda (Sekretaris Daerah), serta Dinas Satpol PP. Lokasi yang kami tunjuk akan disurvei,” ujarnya.

Gatot mengaku, pihaknya mengusulkan lahan milik Pemkot di sisi selatan kantor DKUPP di Jalan Mastrip Kota Probolinggo. Menurutnya, jika disetujui, lahan kosong di sisi barat jalan itu akan dijadikan tempat relokasi para PKL. Tapi, tidak semua pedagang bisa berjualan di sana. “Kami utamakan pedagang yang tinggal di Kota (Probolinggo). Baru kemudian pedagang kabupaten,” ujarnya.

Rencananya, lahan sepanjang 100 meter dengan lebar 12 meter itu akan difungsikan tahun ini. Dengan catatan, lahan ini tidak dipakai untuk keperluan lain atau OPD lain. “Makanya, masih disurvei oleh Bagian Aset. Kami kan belum tahu, apakah lahan itu sudah ada yang memanfaatkan atau belum. Kalau memang kosong, tahun ini kami gunakan untuk pedagang,” ujarnya. (rpd/rud)