500 Keping Blanko e-KTP Habis Tak Sampai Seminggu

SUDAH JADI: Salah seorang warga menunjukkan e-KTP yang sudah rampung dicetak. Kini, Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo kehabisan stok blangko. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Jumlah warga yang belum mengantongi fisik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Mencapai sekitar 30.000 orang. Kini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil), tidak bisa mencetaknya. Sebab, kehabisan blangko sejak Selasa (13/8).

Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan, keberadaan blangko e-KTP sangat penting. Sebab, banyak masyarakat yang setiap hari terus mengurusnya. “Mau bagaimana lagi. Kami sudah mengupayakan untuk pengajuan,” ujarnya.

Menurutnya, empat kali mengajukan sejak Ramadan lalu, pihaknya mendapatkan blangko sangat minim. Hanya sekitar 500 keping. Karenanya, jatah ini habis dalam waktu sepekan. “Empat kali mulai dari bulan puasa lalu itu yang turun hanya 500 blangko. Itu ada yang habis cuma dua hari. Sebab, yang antre untuk mencetak banyak,” ujarnya.

Slamet mengatakan, pengajuan blangko setelah disetujui tidak diantarkan ke daerah. Melainkan, pihaknya harus mengambilnya ke Jakarta. Karenanya, pihaknya tidak bisa mengambil secara berkala karena terkendala dengan ongkos transportasinya. “Barangnya di Jakarta. Kami harus mengambil sendiri ke sana. Kalau seminggu sekali ngambilnya, dananya dari mana,” ujarnya.

Kini, kata Slamet, di kantornya ada sekitar 30.000 warga yang antre untuk mencetak e-KTP. Pihaknya berharap, pengajuan yang akan dilakukan bisa diperbanyak. Sehingga, sekali ambil bisa menghemat ongkos. “Kami nanti akan mengajukan sekitar 30.000. Tapi, kemungkinan akan disetujui tidak segitu,” ujarnya.

Namun, Slamet mengaku belum tahu kapan akan mengajukan blangko e-KTP. Menurutnya, ia masih akan menyiapkan dana perjalanan pulang pergi Jakarta-Probolinggo. Sebab, jika melakukan pengajuan dan disetujui, jika tidak ada dananya tetap tidak bisa diambil. “Ini kami masih mengumpulkan dananya untuk mengajukan,” ujarnya. (sid/fun)