Warga Tembokrejo Ditemukan Tewas di Tepi Perlintasan Rel KA Rejoso

REJOSO, Radar Bromo-Sesosok pria ditemukan tergeletak di tepi perlintasan kereta api di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mengejutkan Edi, warga setempat. Rencananya untuk merumput kemarin (14/8) pagi pun terpaksa ditanggalkan sejenak.

Pria 50 tahun itu lantas mendekati jenazah pria itu. Setelah dihampiri, Edi semakin kaget. Ternyata sesosok pria itu telah tewas. Kondisinya mengenaskan. Kepalanya robek. Kaki dan tangan kanannya patah.

Edi langsung mengabarkan hal itu ke warga sekitar. Tak lama berselang, temuan mayat itu terdengar pihak kepolisian. Tim Inafis Polres Pasuruan Kota langsung mendatangi lokasi guna mengidentifikasi mayat tersebut.

Barulah diketahui identitas mayat yang mengenakan jaket hitam, celana panjang dan bersarung tangan itu. Korban bernama Widi Harsono, 44, warga Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

“Diduga ia menjadi korban tabrak kereta api,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso.

Jenazahnya lalu dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk divisum. Polisi lantas mengabarkan kejadian itu ke keluarga korban. Polisi masih mendalami kejadian nahas yang dialami Widi. Sebab, tak ada yang tahu jika ia memang tertabrak kereta api.

Hanya saja, kuat diduga jika Widi memang tertabrak kereta api pagi hari. Sebelum akhirnya ditemukan warga sekitar pukul 09.00. Lalu, mengapa Widi yang merupakan warga Kota Pasuruan pagi itu berada di Rejoso?

Dari keterangan saksi yang digali kepolisian, diketahui jika selama ini Widi bekerja di salah satu warung di dekat lokasi kejadian. “Kami sempat amankan dua ponsel milik korban. Dan dikembalikan ke pihak keluarga. Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian ini,” ujar Slamet.

Lantaran itu, pihak keluarga diminta membuat surat pernyataan untuk tak mengajukan tuntutan di kemudian hari. Sehingga polisi tak melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian itu. (tom/mie)