Usai 2,5 Jam, Pembantu di Cokro yang Coba Bunuh Diri, Diamankan

DRAMATIS: Husni diamankan sejumlah anggota buser dan TNI saat dibawa keluar dari rumah majikannya di Gg Sukun, Kelurahan Kebonsari Kulon untuk dibawa ke Mapolres Probolinggo kota, sekitar pukul 22.55. (Foto: Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo-Upaya Husni, 30 melakukan percobaan bunuh diri yang sempat menghebohkan warga Cokro, akhirnya berhasil digagalkan. Sekitar pukul 22.55, Husni akhirnya berhasil dievakuasi dari rumah majikannya, Nur di RT 1/ RW 8, Gang Sukun, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Husni lantas dibawa ke Mapolres Probolinggo Kota. Proses evakuasi itu dilakukan dengan memanfaatkan pintu belakang rumah Nur.

Maklum, kondisi depan rumah sang majikan dipenuhi banyak orang. Selain sejumlah polisi berpakaian preman, nampak petugas yang mengenakan baju TNI juga ikut membawa Husni keluar rumah. Selanjutnya, Husni dimasukkan mobil.

Kapolsek Mayangan, Kompol Firman mengatakan, upaya evakuasi itu cukup dramatis. “Kami alihkan dulu perhatiannya saudara Husni. Kami mendekat. Selanjutnya kami lakukan upaya paksa (untuk menggagalkan aksi bunuh diri) dengan teknik bela diri yang dimiliki anggota,” jelas perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Saat dievakuasi, Husni ada di atas tempat tidur, pojokan kamar. Dia berdiri dan pisau itu dihunuskan ke dadanya. Kami lalu alihkan perhatiannya dengan berbicara dari hati ke hati. Saat dia lengah, kami sergap,” terang Firman.

Proses evakuasi untuk menggagalkan percobaan bunuh diri Husni itu sendiri butuh waktu lama. “Kami negosiasi sekitar 2,5 jam,” jelas Firman.

Menurut Firman, lamanya evakuasi itu lantaran posisi sulit dan berisiko. Sebab, Husni membawa senjata tajam jenis pisau.

Firman juga menepis kabar dari sejumlah warga yang menyebut sempat ada penyekapan. “Tidak ada penyekapan. Niat Husni ingin bunuh diri. Motifnya, Husni ditegur oleh keluarga disini, dan merasa sakit hati,” jelasnya. Kebetulan kondisi Husni sendiri psikisnya alami gangguan. “Jadi bukan persoalan asmara,” imbuhnya.

Diketahui, seorang pembantu nekat mencoba bunuh diri. Awalnya menurut keterangan sejumlah warga, sempat terjadi penyekapan kepada majikan dan bermotif asmara. Namun, polisi membantah kabar yang disebutkan sejumlah warga tersebut.

Sementara sejumlah keluarga sang majikan sendiri, enggan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. (rpd/mie)