Sulit Tarik Retribusi Makam Lama, Penerapan Perda Belum Maksimal

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keinginan Pemkot Pasuruan mendongkrak pendapatan daerah dari sektor retribusi makam sulit terpenuhi sepenuhnya. Sebab, penarikan retribusi makam di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) belum berjalan maksimal.

Meski ketentuan penarikan retribusi itu telah diatur dalam Perda Nomor 6/2013 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman. Sejauh ini, tidak semua makam ditarik retribusi. Hanya makam-makam baru yang dapat ditarik retribusi.

Kepala UPT Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Wisnu Bagya Winarsa mengakui hal itu. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi kendala dalam penarikan retribusi di seluruh makam.

Salah satunya keberadaan UPT Pemakaman yang baru ada. UPT ini baru berdiri pada 2017. Sedangkan, ketentuan besaran retribusi telah diatur dalam Perda yang diterbitkan pada 2013. “Karenanya, retribusi belum bisa ditarik dari semua makam yang ada. Khususnya, makam yang lama,” ujar Wisnu.

Jika menarik retribusi dari seluruh makam yang telah ada sebelum berdirinya UPT, tentu akan berdampak pada besarnya beban ahli waris yang menanggung retribusi. Karena retribusi sebesar Rp 50 ribu, ditarik setiap lima tahun sekali. Rp 20 ribu untuk sewa lahan makam dan sisanya untuk biaya kebersihan.

Wisnu tak memungkiri, sejauh ini ada sejumlah ahli waris yang justru datang untuk membayar retribusi. Namun, pihaknya tetap belum bisa melayani. “Tapi, lebih banyak lagi yang merasa keberatan jika harus membayar kelipatan dari besaran retribusi,” ujarnya.

Karenanya, Wisnu mengatakan, perlunya kebijakan baru yang menuntaskan persoalan ini. Sehingga, penarikan retribusi makam dapat dilakukan secara menyeluruh. “Ini yang sedang kami kaji. Mengenai kebijakan pemutihan retribusi, khususnya untuk makam yang sudah ada di bawah 2017 sebelum ada UPT. Harapan kami ini nanti bisa meringankan beban ahli waris,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sejauh ini TPU di Kota Pasuruan ada enam tempat. Meliputi, TPU Purut 1 dan TPU Purut 2. Lalu, TPU Gadingrejo, TPU Bugul Kidul, TPU Temenggungan, dan TPU Bong China. Sejauh ini, Pemkot hanya menarik retribusi untuk makam baru. Dari makam ini, ditargetkan bisa mendapatkan retribusi Rp 29 juta per tahun. (tom/fun)