Sakit dan Cuti, Tunjangan Pegawai di Pemkab Pasuruan Tetap Dikurangi

BANGIL, Radar Bromo – Tunjangan Kinerja (Tukin) ASN di Pemkab Pasuruan mulai diaplikasikan tahun 2019 ini. Tukin ini merupakan penyempurnaan dari tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) yang diterapkan pada 2017.

Penerapan Tukin ini tidak hanya mempertimbangkan eselon dan pangkat. Namun, juga kinerja ASN. Termasuk mempertimbangkan jam masuk kerja, sakit, dan cuti.

Henis Widiyanto, kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, Tukin ini sebelumnya bernama TPP. TPP ini diberikan sejak tahun 2017.

TPP yang sekarang menjadi Tukin ini, diberikan sebagai reward untuk kinerja ASN. Juga karena sudah beberapa tahun gaji ASN tidak naik.

Menurutnya, pergantian TPP menjadi Tukin bukan hanya pergantian nama. Namun, juga ada penyempurnaan sistem penilaian.

Tukin ASN dinilai berdasarkan kinerja dan kedisplinan. Nilai yang didapat dari kinerja dan kedisiplinan ini, nantinya mempengaruhi jumlah Tukin yang diperoleh.

“Sementara sistem penilaian TPP tidak begitu. TPP diberikan berdasarkan eselon dan jabatan,” terangnya.

Adapun poin yang dinilai dalam Tukin, ada empat. Yaitu, kehadiran, aktivitas harian, serapan anggaran OPD dan Sakip OPD.

Cara perhitungan Tukin untuk ASN ini, diatur di Perbup Pasuruan Nomor 58/2018 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Pasuruan tahun 2019. Dalam penerapannya, penilaian Tukin dilakukan secara online lewat TPPD online.

Untuk aktivitas harian misalnya, ASN wajib meng-input secara mandiri dan menyertakan foto kegiatan. Nantinya, atasan langsung yang menilai apakah benar ASN tersebut melakukan kegiatan yang di-input untuk disetujui per harinya.

Untuk penghitungan aktivitas harian ini, dilakukan berdasarkan kelas jabatan dan dikalikan poin dari aktivitas harian. Misalnya untuk kelas jabatan sekretaris camat, bila hari itu menerima tamu satu kali maka diberikan poin 30. Saat di-input dalam TPPD online, akan ada tambahan poin 30 dalam hari tersebut.

Semua kegiatan lain juga ada poinnya, yaitu berdasarkan kelas jabatan. Mulai mempelajari dokumen, memimpin rapat, monitoring, melaporkan, evaluasi, memediasi, dan yang lain.

Selain ada poin untuk kegiatan harian, menurut Henis, juga ada pengurangan poin dalam Tukin. Tukin dikurang apalabila ASN terlambat, sakit, sampai cuti. Dan pengurangan poin keterlambatan ini otomatis terhitung dalam faceprint ASN.

Selain itu, pulang lebih awal juga ada sanksi pengurangan poin. Bahkan, ASN yang tidak hadir karena sakit, poinnya akan dipotong. Sakit dengan keterangan dokter dan cuti alasan penting di luar cuti bersama dan cuti melahirkan, juga ada pengurangan poin.

Henis mengatakan, pemberian poin dalam aktivitas ASN ini bertujuan untuk menegakkan disiplin pegawai. “Sejak diaplikasikan TPPD online pada April, memang ada peningkatan kinerja ASN. Bahkan, kalau tidak ada pekerjaan, menjadi malu. ASN jadi disiplin masuk dan pulang tepat waktu,” terangnya. (eka/fun)