Mengamati Kacamata Jawa di Pajurangan, Peneliti Jerman Datang ke Gending

KE PELOSOK: Peneliti asal Jerman saat mendatangi hutan mangrove di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Senin (12/8) lalu. Mereka datang lantaran tertarik untuk meneliti kehidupan burung Kacamata Jawa. (Istimewa)

Related Post

GENDING, Radar Bromo – Jenis satwa di Probolinggo, memang banyak memantik banyak khalayak. Selain burung Bluwok yang kerap terlihat di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, burung yang ada di hutan mangrove, Desa Pajurangan Gending, juga menyita perhatian.

Buktinya, sejumlah peneliti asal Jerman, datang ke Probolinggo beberapa waktu lalu. Di antaranya adalah Hans Valentine dan Anita Charlotte. Keduanya merupakan pakar burung (ornitologist), yang datang sekaligus mengapresiasi habitat mangrove dan keanekaragaman hayati satwa liar jenis burung di Kabupaten Probolinggo.

HUTAN MANGROVE: Mereka rela datang ke Probolinggo demi meneliti burung Kacamata Jawa. (Istimewa)

Kedatangan mereka untuk meneliti burung di spot hutan mangrove desa Pajurangan kecamatan Gending. Selain untuk meneliti, mereka juga untuk mengabadikan satwa endemik jawa yang statusnya kini rentan punah yakni Kacamata-Jawa (Zosterops Flavus). Saat mengabadikan tersebut, mereka didampingi olej komunitas fotografer Satwa Liar Probolinggo.

Hans, saat ditemui di Kraksaan mengatakan, pihaknya suka terhadap habitat mangrove yang rapat. Ditambah lagi, vegetasi lain yang membuat burung bisa terpikat. “Tidak heran jika burung cantik ini bertahan disini, karena makanannya sangat melimpah,” katanya Senin (12/8) lalu.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya merasa prihatin. Sebab, keberadaan burung Kacamata Jawa itu semakin memprihatinkan. Menurutnya, beberapa kali itu melakukan birding tour di pulau jawa, dia tidak pernah menemukan jenis burung Kacamata Jawa.

“Burung ini kami sebut Javan White Eye. Hari ini kami melihat langsung belasan Javan White Eye Probolinggo di alamnya. Ini merupakan berita yang sangat menggembirakan. Harapan kami bisa birding tour lagi disini. Dan semoga burung ini bisa terlindungi dari perusakan habitat dan perburuan,” katanya.

Sementara itu Kades Pajurangan, Agus Sunaryo mengatakan, pihaknya berencana untuk segera merumuskan aturan konservasi berupa peraturan desa (Perdes). Itu dilakukan sebagai upaya awal untuk melindungi kelestarian hutan mangrove. Tentunya juga beberapa jenis burung langka dilindungi yang juga hidup didalamnya.

“Sebelumnya kami sudah intens dalam pelestarian mangrove di daerah pesisir. Kedepan akan lebih kami perhatikan dan sekaligus segera meyusulkan penyusunan peraturan desa yang juga berpihak kepada keberadaan satwa liar di wilayah kami,” jelasnya.

Keberadaan koloni kecil burung Kacamata-Jawa tersebut ditemukan oleh komunitas fotografer satwa liar Probolinggo (5:am_wildlifephotography). Kemudian di unggah di media sosial. Unggahan tersebut rupanya terendus oleh Birdpacker Birding Tour Guide yang mengalami kesulitan untuk melayani permintaan birding jenis burung Kacamata-Jawa. (sid/fun)