Jadi Venue Semipro, Pagar Dalam Stadion Bayuangga Dibongkar

SIAP DIBONGKAR: Pagar besi bagian dalam Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, yang sebagian akan dibongkar. Terlihat bambu sudah disiapkan sebagai jembatan penutup parit. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Pagar besi di bagian dalam Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, akan dibongkar. Pagar ini dibongkar sebagai jalan ke luar dalam acara Semipro, pada 28 Agustus 2019.

Dengan demikian, nantinya pintu masuk berada di gerbang utama stasion (sebelah timur). Sedangkan, jalan keluarnya melewati sisi pintu sebelah utara.

Kepala tukang proyek pembongkaran pagar ini mengatakan, pagar besi yang mengelilingi bagian dalam stadion akan dibongkar selebar 6 meter. Kemudian, parit di samping pagar besi itu akan ditutup dan dibangunkan jembatan dari bambu.

“Nanti kami akan bongkar pagarnya untuk jalan ke luar. Untuk jalannya kami pakai bambu sebagai jembatan. Penggarapannya ini diperkirakan selesai sekitar 5 harian,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Menurutnya, semua stan Semipro berpusat di dalam stadion. Bagian luar stadion khusus jalan. “Entah nantinya ketika laga (Persipro) berlangsung ditutup sementara takut suporter masuk atau bagaimana, saya kurang paham. Tugas saya hanya membuat jembatan dan jalan ini saja,” ujarnya.

Ketua Suporter Jinggo Mania Tono Tambayong menyayangkan pembongkaran pagar stadion itu. Menurutnya, apa yang dilakukan panitia Semipro tidak bisa dibenarkan. Sebab, telah merusak fasilitas umum. “Apapun alasannya, itu tidak dibenarkan. Meski setelah itu diperbaiki atau dikembalikan lagi. Semipro kan kepentingan sesaat dan menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

Tono mengaku, dari awal tidak setuju stadion dijadikan tempat Semipro. Namun, tidak ada dukungan dari pihak terkait. Mulai dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaraga, KONI, dan Asosiasi Sepak Bola Kota (Askot). “Mereka diam semua. KONI yang membawahi cabor juga diam. Askot juga. Mestinya mereka memberi saran dan masukan ke panitia Semipro,” ujarnya.

Ia mengaku, bukan menentang gelaran Semipro. Namun, seharusnya diselenggarakan di tempat lain. Seperti di alun-alun yang setiap tahun dipakai gelaran tahunan itu. “Kalau pertimbangannya soal dekat dengan tempat ibadah, di stadion juga ada tempat ibadah. Bahkan, tempat pengajian juga ada,” ujar warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Semipro Gogol Sudjarwo membenarkan pagar stadion akan dibongkar sebagian. Tujuannya, bukan hanya untuk akses ke luar-masuk pengunjung Semipro, tapi juga untuk penonton sepak bola. Alasannya, selama ini kesulitan masuk ke lapangan. “Kami buat pintu sliding, bisa buka tutup karena pakai rel. Setelah Semipro, kami biarkan seperti itu,” ujarnya.

Usai Semipro, Gogol mengatakan, pintu yang bisa digeser ke kanan dan ke kiri itu akan ditutup dan digembok. Serta, akan menjadi pintu darurat yang bisa dibuka jika dibutuhkan. “Kalau lewat pintu tengah, kan harus melompat,” ujarnya. (rpd/rud)