Inilah Englen-C, Komunitas Pembelajar Bahasa Inggris di Kota Pasuruan

Sejak tahun 2017, English Learner Community (Englen-C) terbentuk. Pembentukannya tidak terlepas dari keinginan untuk mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kampung Inggris. Yaitu, dengan mengajak masyarakat berani berbicara menggunakan Bahasa Inggris.

—————–

Beberapa lelaki dan perempuan memadati taman di GOR Untung Suropati, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Mereka berkumpul membentuk lingkaran dan memanjang. Sesekali mereka tertawa menimpali gurauan dalam diskusi itu.

Di samping mereka, ada sebuah banner. Tulisannya,”Hari gini gak bisa ngomong Bahasa Inggris?”

DIBENTUK 2017: Komunitas englen-C sudah terbentuk sejak tahun 2017 silam. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Inilah salah satu kegiatan Englen-C, komunitas pembelajar bahasa Inggris di Kota Pasuruan. Kesehariannya, komunitas ini berbicara menggunakan bahasa Inggris.

“Kami upayakan saat berbicara antara anggota komunitas, menggunakan bahasa Inggris. Meski terbata-bata, tidak apa-apa. Asalkan ada keberanian, nanti pasti lancar karena terbiasa,” ungkap Pembina Englen-C Ahmad Nadif.

Ia menjelaskan, komunitas ini terbentuk pada Januari 2017. Komunitas ini dibentuk atas usulan sejumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP). Saat pertama kali terbentuk, Englen-C hanya beranggotakan empat orang.

Ihwal pembentukannya bertujuan agar bahasa Inggris mereka bisa berkembang dalam komunikasi. Englen-C lantas melakukan sosialisasi dengan menggunakan brosur dan banner untuk mengundang warga Kota Pasuruan ikut bergabung. Sosialisasi ini dilakukan setiap minggu pagi di GOR Unsur.

“Namun, Englen-C sempat mati suri selama lima bulan sejak hari raya lalu. Kami tidak lagi melakukan kegiatan kumpul seperti sebelumnya karena anggota sibuk. Nah, mulai Agustus ini kami hidupkan kembali,” jelas Nadif –sapaan akrabnya-.

Pria yang kesehariannya menjadi pengajar di MA Al Azhar Kota Pasuruan ini menyebut, keanggotaan Englen-C tidak berbatas usia. Anggotanya pun beragam. Ada yang masih SD, namun ada pula yang sudah bekerja. Pertemuan rutin dilakukan setiap minggu di Perpusda Sekargadung.

Untuk komunikasi, Englen-C menggunakan aplikasi WhatsApp (WA). Dalam aplikasi ini, anggota dapat belajar bahasa Inggris. Sebab, setiap hari rutin di-share materi. Agar lebih maksimal, mereka bisa langsung mempraktikkan melalui video atau rekaman suara.

“Sekarang anggota Englen-C sudah mencapai 100 orang. Sebagian ada yang rajin, langsung praktik materi yang didapat. Kalau ada kekeliruan, kami koreksi untuk membetulkannya,” terangnya.

Lulusan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada 2015 silam ini menuturkan, Englen-C memfokuskan pada berani berbicara dengan sesama anggota. Walau terbata-bata, diharapkan mereka berani untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Saat ini, pengembangan Englen-C hampir tidak mengalami kendala. Namun, minat belajar sejumlah anggota masih rendah. Mereka terkadang masih kerap malu dan tidak percaya diri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Ia pun berharap, ada dukungan dari Pemkot Pasuruan untuk melibatkan Englen-C dalam sejumlah kegiatan resmi. Tujuannya, agar Englen-C semakin dikenal luas oleh masyarakat Kota Pasuruan. Termasuk mewujudkan keinginan menjadikan Kota Pasuruan sebagai kampung Inggris.

“Kami minta ada dukungan nyata dari Pemkot. Jujur kami masih belum menjadi komunitas resmi di Kota Pasuruan. Kami ingin mengembangkan Englen-C. Termasuk mencerdaskan masyarakat setempat dalam berbahasa Inggris,” pungkas Nadif. (riz/fun)