Hingga Juli, Satpol PP Sudah Tertibkan 50 Reklame

KRAKSAAN, Radar Bromo – Reklame yang mengganggu kenyamanan masyarakat menjadi sasaran penertiban reklame oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo. Hingga kurun waktu sampai dengan bulan Juli, aparat penegak perda sudah menertibkan sebanyak 50 reklame.

Hal ini diungkapkan Koordinator TRC Satuan Polisi Pamong Praja Nurul Arifin. Penindakan dan penertiban dilakukan untuk menciptakan kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas.

“Kami melakukan tindakan, jika reklame tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat. Misalnya reklame yang berada di tepi jalan raya yang terkadang mengganggu warga ketika, utamanya pengendara. Ada juga yang memasang reklame yang melintang di atas jalan,” ujarnya.

Penindakan dan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP berpedoman pada Perbup Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Reklame. “Kami lakukan penindakan dan penertiban di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama pusat keramaian publik dan sepanjang jalur pantura,” ujarnya.

Menurutnya ada beberapa faktor penyebab ditertibkannya reklame. Di antaranya yang paling banyak karena mengganggu kenyamanan masyarakat, tidak berizin dan habis masa berlaku izinnya.

Dalam pemasangan reklame, ada larangan beberapa tempat yang tidak boleh dipasangi reklame. Misalnya di kawasan Jalan Semampir sampai dengan Kebonagung. Ada juga yang memasang reklame di atas jalan raya.

“Reklame yang ada di atas jalan raya ini sangat berbahaya bagi warga, jika ada kendaraan yang memiliki muatan mengait pada reklame dan bisa menyebabkan kecelakaan, maka kami lakukan penindakan dan penertiban. Tentunya kami masih akan melakukan penertiban reklame yang melanggar,” paparnya. (ar/fun)