Harga Cabai Makin Tinggi, Siapkan Operasi dengan Bulog Malang

BANGIL, Radar Bromo – Kenaikan harga cabai rawit benar-benar sulit dibendung. Pemkab Pasuruan pun tak mampu menjamin kapan harga cabai rawit bisa turun.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri di Disperindag Kabupaten Pasuruan Rifai menyampaikan, harga cabai rawit saat ini menyentuh Rp 80 ribu per kilogramnya. Angka tersebut melonjak dari Juli yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Tingginya harga cabai itu diketahui berdasarkan survei harga yang dilakukan Disperindag. Survei dilakukan beberapa hari terakhir di sejumlah pasar.

“Hasil survei diketahui, kenaikan harga cabai itu terjadi merata. Bahkan, bukan hanya di Kabupaten Pasuruan, tetapi juga daerah lain,” kata Rifai.

Ditambahkan Rifai, kenaikan harga cabai itu dipengaruhi pasokan barang yang relatif minim. Rendahnya pasokan barang di tingkat petani, membuat stok di pasar terganggu. Dampaknya, harga cabai terus menjulang.

Bukan hanya cabai rawit. Hal serupa terjadi untuk cabai merah. Saat ini harga cabai merah Rp 70 ribu per kilogram. Naik dari bulan sebelumnya, Rp 60 ribu per kilogram.

Menurut Rifai, Pemkab sudah menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Yakni, dengan menggelar operasi pasar. Operasi pasar itu bakal melibatkan Bulog Malang.

“Kami masih mengomunikasikan dengan Bulog Malang. Karena ada beberapa pertimbangan untuk operasi pasar itu,” tambahnya.

Salah satu pertimbangannya, terkait harga yang tak terpaut jauh dengan Malang. Menurutnya, harga cabai rawit dari Bulog Malang Rp 75 ribu per kilogram.

Masalah lainnya, yaitu pembeli atau pedagang tidak berani mengambil stok terlalu banyak. Mereka hanya mampu membeli 2-3 kilogram.

“Karena kalau terlalu banyak stok yang diambil, dikhawatirkan kering. Mengingat, cabai rawit kan tidak bisa bertahan lama,” pungkasnya. (one/fun)